Angkasa Pura 2

DAOP VI Yogyakarta Ingatkan Pemudik Waspadai Perlintasan KA Tak Berpintu

EmplasemenRabu, 16 Juli 2014
pintu KA

YOGYAKARTA (beritatrans.com) — PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VI Yogyakarta mengingatkan pemudik, khususnya yang menggunakan kendaraan bermotor, untuk tetap mewaspadai perlintasan kereta api khususnya perlintasan yang tidak dijaga.

“Masih banyak perlintasan kereta api di wilayah Daerah Operasi VI Yogyakarta yang belum dijaga. Kami harapkan pemudik tetap berhati-hati dan waspada saat melintasinya,” kata Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta, Bambang Setiyo Prayitno di Yogyakarta, Rabu (16/7/2014).

Menurut dia, pihaknya telah bekerja sama dengan kepolisian dan pemerintah setempat untuk membantu menjaga perlintasan kereta api terlebih dengan ada peningkatan perjalanan kereta api saat masa Angkutan Lebaran 2014 akibat adanya pengoperasian kereta tambahan.

Pada masa Angkutan Lebaran 2014, KAI Daop VI Yogyakarta akan menjalankan lima kereta tambahan yaitu Argo Lawu, Argo Dwipangga, Sancaya, Lodaya dan Jaka Tingkir.

Berdasarkan data, jumlah perlintasan kereta api di Daop VI tercatat sebanyak 504 perlintasan yang berada di dua wilayah yaitu DIY dan Jawa Tengah, seperti dilansir Antara.

Jumlah perlintasan di DIY yang sudah dijaga tercatat sebanyak 39 perlintasan atau sekitar 31,4 persen dan 62 perlintasan tidak dijaga serta masih ada empat perlintasan liar.

“Di wilayah ini juga ada 14 perlintasan ‘underpass’ serta 19 ‘flyover’,” katanya.

Sedangkan di Jawa Tengah, perlintasan yang sudah dijaga jumlahnya lebih banyak yaitu 74 perlintasan, namun masih ada 286 perlintasan tidak dijaga dan lima perlintasan liar.

Di wilayah tersebut juga terdapat sembilan “underpass” dan enam perlintasan “flyover”.

Bambang mengatakan keamanan perjalanan kereta api dapat dilakukan dengan membangun perlintasan tidak sebidang seperti “underpass” maupun “flyover”, namun jumlah perlintasan sebidang justru semakin bertambah.

“Pertumbuhan perlintasan sebidang sebaiknya bisa ditekan. Namun, akibat pertumbuhan jumlah penduduk sehingga kebutuhan mobilitas pun meningkat, mengakibatkan jumlah perlintasan sebidang menjadi semakin banyak,” katanya.(machda)

← Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya →
loading...