Angkasa Pura 2

Pelindo III Dukung Jalur KA Menuju Pelabuhan Tanjung Perak

Dermaga EmplasemenRabu, 16 Juli 2014
tanjung perak-2

SEMARANG (beritatrans.com) — Manajemen PT Pelindo III mendukung jalur kereta api menuju Pelabuhan Tanjung Emas karena akan mengurangi kerusakan jalan raya akibat kendaraan besar.

“Perkembangan jalur kereta api dari Stasiun Tawang menuju Pelabuhan Tanjung Emas ini bagus, ke depan angkutan kereta bisa menjadi solusi dari padatnya jalan raya,” ujar Direktur Teknik dan Teknologi Informasi PT Pelindo III, Husein Latief, di Semarang, Rabu (16/7/2014).

Dia berharap Pemerintah dan manajemen PT Kereta Api Indonesia terus mendorong agar reaktivasi jalur kereta tersebut bisa segera teralisasi.

“Kami dari Pelindo III bersifat menunggu dan mendukung adanya langkah reaktivasi tersebut, harapannya ini memudahkan operasional semua pihak,” jelasnya.

Menurutnya, reaktivasi tersebut diharapkan bisa mengurangi pengeluaran biaya dari pemerintah untuk terus membenahi jalan yang rusak karena mobil bermuatan berat.

Mengenai jalan menuju pelabuhan yang rusak, Husein mengatakan kondisi tersebut juga tergantung dari kedisiplinan para pengendara truk untuk memarkir mobil sesuai tempat yang sudah disediakan.

“Parkir yang tidak disiplin ini berpotensi mengakibatkan rob, langkah ini tidak perlu menggunakan investasi yang terlalu besar,” jelasnya, seperti dilansir Antara.

Mengenai upaya tersebut pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait untuk menertibkan parkir yang ada di pelabuhan.

Secara keseluruhan Husein mengatakan, Pelindo III tidak hanya membenahi Pelabuhan Tanjung Emas, tetapi juga Pelabuhan Tanjung Perak, Banjarmasin, Benoa, Lembas, Sampit, dan Kumai.

Mengenai pembangunan di Pelabuhan Tanjung Emas, General Manajer Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), Iwan Sabatini mengatakan, akan ada penambahan 11 automation RTG atau tanpa kabin operator.

“Operator akan bertugas di ruang kontrol, automation RTG ini akan dioperasikan container yard (lapangan penumpukan) yang baru,” jelasnya.

Ke depan panjang dermaga dari 495 meter akan ditambah menjadi 600 meter sehingga bisa digunakan sandar tiga kapal besar atau empat kapal sedang.

Untuk rencana tersebut saat ini sedang dilaksanakan pekerjaan seluas 5,3 hektare dan akan siap dilaksanakan pada pertengahan tahun 2015, katanya.(machda)