Angkasa Pura 2

Jembatan Kali Comal Kelar Diperbaiki H-3

KoridorSenin, 21 Juli 2014
tabloid berita trans edisi 20 hal 8(1)_edit

PEMALANG (beritatrans.com) – Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Suroyo Alimoeso optimistis kerusakan jembatan I Kali Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, selesai diperbaiki sebelum H-3 Lebaran. Truk besar harus lewat jalur selatan,

Berdasarkan laporan dari Kementerian Pekerjaan Umum, dia mengemukakan perbaikan terus dikebut. Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah menargetkan, jembatan yang ambles pada Jumat (18/7) dini hari itu dapat kembali digunakan untuk arus mudik Lebaran 2014. Selama perbaikan, Jembatan I masih bisa dilalui arus lalu lintas.Hanya saja terjadi penyempitan lajur menjelang masuk ke lokasi perbaikan. Sehingga, terjadi kepa datan kendaraan bermotor men jelang jembatan Kali Comal akibat penyempitan jalur jalan

Penyebab kerusakan jembatan penghubung jalur Tegal menuju Semarang itu adalah proses erosi. Material penyangga jembatan tergerus air saat intensitas hujan yang tinggi pada awal 2014. Akibat gerusan air hujan, penyangga Jembatan I Kali Comal ambles hing ga 50 sentimeter, yang mengakibatkan beberapa retakan.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian PU Djoko Mursito mengakui, ablesnya jembatan Kali Comal itu mengakibatkan lumpuhnya lalu lintas dari Jakarta ke Semarang dan sebaliknya. “Saat ini lalu lintas dari arah Semarang dialihkan melalui jalur selatan, sedangkan dari arah Jakarta dialihkan melalui Tegal,” kata Djoko seperti dikutip republika,

Saat ini sedang dilakukan pengerukan untuk melihat fondasi jembatan sambil menunggu mobilisasi rangka jembatan darurat yang didatangkan dari Surabaya. Rangka jembatan darurat diprediksi tiba di lokasi pada Jumat (18/7) malam. “Penanganan akan memakan waktu kurang lebih lima hari dan sudah bisa dimanfaatkan untuk lalu lintas, terutama menghadapi mu dik Lebaran,” kata Djoko.

Direktur Lalu lintas Polda Jawa Tengah Kombes Istu Hari Winarto menyatakan, pihaknya telah mengambil beberapa langkah antisipasi terkait amblesnya jembatan I Kali Comal. Antisipasi ini berupa penyiapan jalur alternatif jika harus terjadi pengalihan arus lalu lintas.

Untuk jurusan Cirebon- Semarang, misalnya, kepolisian mengalihkan arus melalui Cirebon-Losari-Pejagan-Prupuk-Bumiayu-Purwokerto-Purbalingga-BanjarnegaraWonosobo-Weleri-Kendal-Semarang. Alternatifnya, Cirebon-Losari-Pejagan-Prupuk-Bumiayu-Purwokerto-Purbalingga-Banjarnegara-Wonosobo-Temanggung-Ambarawa-Ungaran-Semarang.

Khusus untuk kendaraan berat dari arah Jawa Barat menuju pantai utara (pantura)Jawa ke arah Jawa Timur dialihkan melalui jalur selatan.”Yakni, masuk melalui Daya Luhur-Majenang-RawaloBanyumas-Klam pok-Ngadirejo-Banjarnegara-WonosoboTemanggung-Ambarawa, dan seterusnya,” tambahnya.

PENGALIHAN ARUS
Polres Banyumas juga mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas di pantura akibat amblesnya jembatan Kali Comal. Kasatlantas Polres Banyumas AKBP Irham Kustarto mengatakan, telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres terkait untuk pengalihan arus kendaraan dari pantura ke jalur selatan. “Kendaraan besar dari Jakarta ke Semarang, semua dialihkan ke selatan melalui Tegal dan Brebes,” katanya.

Irham mengharapkan perbaikan jembatan bisa cepat rampung. Kondisi jalur tengah yang menghubungkan Tegal-Banyumas atau Brebes Banyumas bisa mengalami kemacetan sangat parah bila dilakukan pengalihan lalu lintas. “Saat lalu lintas tidak dialihkan saja, kondisi jalur penghubung Tegal-Banyumas pada musim libur Lebaran sering macet,” kata Irham.

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, kerap terjadi kemacetan di jalur tengah Banyumas-Tegal pada masa libur Lebaran. Kemacetan bahkan bisa berlangsung berhari-hari. Kondisi jalan yang sempit, adanya pintu perlintasan kereta api, dan pasar tumpah menyebabkan kemacetan sulit diurai. (korrie).

loading...