Angkasa Pura 2

Semester I 2014 Garuda Indonesia Rugi US$211,7 Juta

KokpitKamis, 24 Juli 2014
Garuda 2

Jakarta (beritatrans.com) – Pada semester I tahun 2014 maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengalami rugi usaha sebesar US$211,7 juta. Kerugian ini akibat situasi ekonomi belum pulih, serta investasi Garuda dan Citilink dalam dua tahun terakhir, yang juga menekan profit perusahaan. Demikian keterangan tertulis PT Garuda Indonesia yang diterima beritatrans.com di Jakarta, hari ini.

Dalam keterangan tertulis juga disebutkan Garuda berhasil meraih pendapatan operasi (operating revenue) sebesar US$ 1.738,4 juta, meningkat sebesar 0,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$ 1.725,4 juta.

Selain itu, pada semester pertama tahun ini juga Garuda berhasil meraih penumpang sebanyak 13.307.351 orang atau meningkat sebesar 12,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 11.869.439 orang.

Selain peningkatan penumpang, Garuda juga berhasil meningkatkan muatan kargo yang diangkut pada semester I tahun ini sebesar 12,5 persen meenjadi 193.791 ton dari 172.262 ton pada tahun lalu.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan, selama semester I tahun 2014, frekuensi penerbangan Garuda Indonesia (domestik dan internasional) juga mengalami peningkatan. Frekuensi penerbangan pada semester I tahun 2014 ini mencapai 107.568 penerbangan, meningkat 15,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 93.198 penerbangan.

“Kapasitas produksi (availability seat kilometer/ASK) juga meningkat sebesar 16,5 persen menjadi 24,32 miliar dari 20,88 miliar seat kilometer pada tahun 2013,” kata Emirsyah Satar. (Leny)