Angkasa Pura 2

Jonan Anggap Kementerian BUMN Tak Serius Kembangkan INKA

EmplasemenJumat, 1 Agustus 2014
antarafoto

JAKARTA – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan menyatakan bahwa pemerintah yang mengurusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pembuat kereta api di Indonesia, PT Industri Kereta Api (INKA), tidak serius mengembangkan perusahaan tersebut. Akibatnya, meski perusahaan tersebut telah berdiri sejak 1979 tetapi tertinggal jauh oleh perusahaan sejenis di negara lain yang berumur jauh lebih muda. Hal tersebut diungkap Jonan dalam CEO Class di Kampus Binus, Jakarta.

“INKA itu kenapa tidak bisa berkembang, bukan soal tupoksi (tugas pokok dan fungsi). Ini juga soal kepemimpinan. Tanyakan saja kepada Menteri Ristek atau Menteri BUMN apa masalahnya,” kata Jonan seperti dikutip okezone.com, Kamis (31/7/2014).

Jonan menganggap hingga saat ini PT INKA tidak bisa membuat Kereta Rel Listrik (KRL). Itulah sebabnya dia lebih suka memesan KRL dari luar negeri, seperti dari Jepang.

“Kenapa enggak (KRL) baru dari INKA? Memang tahu INKA bisa bikin KRL? Ini persoalannya. Apa INKA bisa buat KRL, jawaban saya tidak,” tutur Jonan.

Menurut dia, INKA sebagai tulang punggu dunia perkeretaapian nasional harus dibantu pemerintah secara serius. Jika pemerintah serius membantu pengembangan perusahaan tersebut, dunia perkeretaapian nasional akan bergerak lebih agresif lagi seperti halnya perkembangan perkeretaapian di berbagai negara maju.

“Seperti di Korea, kenapa bisa maju melewati INKA yang sudah lama berdiri, karena pemerintahnya benar-benar serius mendorong pengembangannya,” tutur Jonan.

Beberapa aksi korporasi PT KAI memang kerap menjadi bahan evaluasi banyak kalangan. Salah satu aksi korporasi yang menuai banyak kritik adalah keputusan manajemen PT KAI membeli KRL bekas dari Jepang.

PT KAI dianggap tidak memaksimalkan perusahaan milik negara yang selama ini ikut memproduksi kereta api di dalam negeri yakni, PT INKA. (aliy)

loading...