Angkasa Pura 2

H+3, Kecelakaan dan Korban Angkutan Lebaran Bertambah

Another NewsSabtu, 2 Agustus 2014
beritatrans.com

JAKARTA (beritatran.com) – Kecelakaan lalu lintas angkutan Lebaran 2014/1435 Hijriyah hingga H+3 atau Kamis (31/7/2014) telah mencapai 2.196 kejadian dengan korban meninggal dunia sebanyak 490 jiwa. Demikian laporan Ketua Posko Harian Angkutan Lebaran Nasional Terpadu 2014, Imam Hambali saat telekonferensi dengan Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono di Jakarta, Sabtu (2/8/2014).

Dengan data jumlah kejadian kecelakaan sebesar itu berarti ada penambahan jumlah kecelakaan dan korban lalu lintas dibandingkan dengan H+2 atau Rabu (30/7/2014). Pada H+2 jumlah kecelakaan baru 2003 kejadian dengan jumah korban jiwa 429 orang. Dengan demikian, Berarti dalam satu hari jumlah kecelakaan bertambah 193 kejadian dengan penambahan jumlah korban jiwa 71 orang.

Imam Hambali juga melaporkan perkembangan pemantauan angkutan lebaran hingga H+4. Telah terjadi kenaikan penumpang kereta api pada H+2 angkutan lebaran 2014 dibanding dengan H+2 angkutan lebaran pada tahun 2013. Jumlah penumpang kereta api pada H+2 dilaporkan sebanyak 295.587 orang, meningkat 24,56% dibanding jumlah penumpang H+2 angkutan lebaran 2013 sebanyak 237.305 orang.

Sedangkan pada angkutan udara terjadi penurunan jumlah penumpang pada H+3 sebesar 17,08%. Berdasarkan pantauan di 24 bandara pada H+3 angkutan lebaran 2014 jumlah penumpang dilaporkan sebanyak 170.761 orang menurun dibandingkan jumlah penumpang pada H+3 angkutan lebaran 2013 sebanyak 205.945 orang.

Bambang Susantono mengatakan, kelaiklautan kapal selama masa angkutan lebaran 2014 khususnya pada saat arus balik menjadi perhatian utama dari Kementerian Perhubungan. Ia juga mengaku telah meminta kepada seluruh otoritas pelabuhan untuk terus memantau kelaiklautan kapal-kapal yang melayani angkutan laut selama angkutan lebaran 2014.

“Saya minta agar setiap kapal yang beroperasi saat angkutan lebaran untuk terus dilakukan pengawasan, lakukan uji petik kapal dan waspadai terus kondisi cuaca, saya tidak mau lagi mendengar ada peristiwa kecelakaan kapal karena kapal tidak laik laut,” kata Bambang.

Sementara untuk kelancaran angkutan lebaran 2015 Wamenhub menghimbau agar dilakukan penyelesaian jalan tol Cikampek-Palimanan. Kemudian mengoptimalkan double track kereta api Lintas Utara, meningkatkan kapasitas angkutan laut, dan pemberian tunjangan hari raya (THR) jauh-jauh hari sebelum lebaran serta cuti bersama dilakukan sebelum lebaran.(risma)

loading...