Angkasa Pura 2

Pelayanan Stasiun KA Rangkasbitung Dinilai Buruk

EmplasemenSenin, 4 Agustus 2014
Stasiun Rangkas

LEBAK (beritatrans.com) – Sejumlah penumpang menilai pelayanan Kereta Api Stasiun Rangkasbitung buruk karena para pemudik arus balik H+5 atau Minggu (3/8/2014) dialihkan ke angkutan lain akibat keterbatasan tempat duduk itu.

“Kami merasa kecewa setelah tiba di Stasiun Rangkasbitung tidak terlayani untuk naik KA Ekpres Rangkasjaya dan Kalimaya dengan alasan tempat duduk penuh,” kata Edi Junaedi, seorang penumpang yang hendak menuju Stasiun Tanahabang saat ditemui di Rangkasbitung.

Semestinya, PT KAI menambah perjalanan KA Ekpres untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang hendak mudik maupun arus balik Lebaran.

“Kami tentu menyayangkan sikap pengelola Stasiun KA Rangkasbitung tidak begitu tanggap melihat lonjakan penumpang arus balik itu,” ujarnya seperti dilansir Antara.

Menurutnya, KA Ekonomi sudah penuh sesak dan saling berdesakan saat naik ke atas gerbong kereta tersebut.

Puncak arus balik pada H+5 lebaran sudah melebihi kapasitas dengan keberangkatan sebanyak tujuh perjalanan kereta itu.

“Kami berharap ke depan PT KAI menambah angkutan cadangan untuk mengatasi lonjakan penumpang,” katanya.

Begitu pula, Nana Tohari, seorang penumpang hendak menuju Angke mengatakan bahwa dirinya batal naik kereta karena kondisinya saling berdesakan dan padat penumpang.

“Kami khawatir terjadi kecelakaan karena melebihi kapasitas,” katanya.

Ujang, seorang pemudik mengatakan selama ini pelayanan PT KAI melalui Stasiun Rangkasbitung belum berpihak kepada penumpang penyandang cacat.

Sebab dirinya saat naik ke atas gerbong kereta kesulitan karena tidak dilengkapi alat bantu khusus penyandang cacat.

“Kami merasa kewalahan ketika naik ke atas gerbong kereta karena dipadati penumpang itu,” kata Ujang penyandang cacat kaki.

Sementara itu, Kepala Stasiun KA Rangkasbitung, Urip mengakui bahwa puncak arus balik H+5 lebaran itu mengalami lonjakan penumpang hingga mencapai 10.500 penumpang.

“Kami mohon maaf apabila pelayanan KA belum maksimal,” katanya. (risma)