Angkasa Pura 2

Rp44 Triliun untuk Bangun Jalur Baru Pelayaran di Terusan Suez

DermagaKamis, 7 Agustus 2014
Suez_-_main

KAIRO Tberitatrans.com) – Pemerintah Mesir merencakan menghabiskan 4 miliar dolar AS atau sekitar Rp44 triliun (dengan kurs Rp11 ribu/dolar AS). untuk membangun jalur baru pelayaran sepanjang 45 mile (72 kilometer di Terusan Suez.

Renacana itu diungkapkan Presiden Mesir Abdel Fatah al-Sisi dan dikonfirmasi oleh Chairman dari Otoritas Terusan Suez Canal Mohab Mamish dalam pernyataan di televisi, kemarin.

Saat ini, ihsmaritime360.com memberitakan Terusan Suez hanya menyediakan satu jalur lalu lintas kapal, dengan melewati area Ballah dan Great Bitter. Dengan jalur baru maka akan menyediakan pelayanan pelayaran dengan dua jalur dari setengah panjang Terusan Suez sekitar 101 mile.

Pembangunan jalur baru itu tampaknya merupakan respon terhadap pengembangan Terusan Panama yang akan tuntas tahun 2016 dan akan menggandakan kapasitas kanal. Pengembangan Terusan Panama itu berpotensi mengambil sebagian pasar Terusan Suez.

Terusan Suez selama ini memberikan pendapatan ke pemerintah Mesir sebkitar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp55 triliun. Pendapatan ini merupakan salah satu sumber devisa negara yang ekonominya gonjang-ganjing akibat ketidakstabilan politik selama tiga tahun terakhir.

Pemerintah mesih berharap jalur tambahan Terusan Suez itu akan mendorong lebih banyak lagi kapal yang lewat, sekaligus menambah devisa negara. “Proyek raksasa ini dibangun paralel dengan kanal yang sudah ada,” ungkap Mamish. Dia menambahkan harapan itu akan diwujudkan oleh jalur baru tersebut dalam tempo satu tahun.

Namun sejumlah analis ekonomi menilai harapan itu tidak realistis. Lazimnya tiga – lima tahun. Apalagi tidak ada kejelasan ekspansi investasi itu akan mempercepat operasi Terusan Suez sebagaimana diharapkan.

Dalam laporan yang diterbitkan koran The Guardian, analis dari Signet Institute, yang berbasis di Kairo, Angus Blair, menyangsikan proyeksi itu dengan alasan penambahan kapasitas hanya setengah jalur Terusan Suez.

PENDANAAN
Mengenai pendanan megaproyek tersebut, Presiden Sisi menegaskan tidak akan bersumber dari pinjaman luar negeri. Seluruh penduduk Mesir akan terlibat mendanai. “Kami ingin seluruh penduduk Mesir memiliki saham Terusan Suez ini,” tegasnya. (aw).

loading...