Angkasa Pura 2

Tommy: Perlu Sertifikasi Kompetensi Puluhan Ribu Pekerja Transportasi

SDMSabtu, 9 Agustus 2014
IMG_20140808_145732_edit_edit_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Ditanya soal programnya meningkatkan kualitas lembage pendidikan di lingkungan BPSDM Perhubungan Kementerian Perhubungan, Wahyu Satrio Utomo atau lebih akrab dipanggil Tommy enggan menjawab. “Saya belum dilantik. Nggak elok kalau saya memberi komentar,” cetus Staf Ahli Menteri Perhubungan tersebut, Jumat (8/8/2014).

         Beritatrans.com akhirnya mempertanyakan cita-cita dan mimpinya saat menjadi Sekretaris BSDMP Perhubungan, Tommy tidak bisa mengelak.”Kalau sebatas keinginan saya waktu itu, ya bolehlah,” cetus pria yang pernah menjadi dua kali kepala biro di lingkungan Kementerian Perhubungan tersebut.

        Menurut Tommy, ribuan bahkan puluhan ribu tenaga kerja di bandara, pelabuha, terminal bus, stasiun kereta, hingga perusahaan operator transportasi semestinya memiliki standar kompetensi dan karenanya patut dilengkapi sertifikasi.

“Contohnya, buruh bongkar muat, porter atau pekerja di operator transportasi lainnya. Sebagian besar di antara mereka merupakan lulusan SMA sederajat. Sejauh ini, mereka tidak memiliki sertifikat yang menyatakan mereka memiliki kompetensi atau keahlian tertentu di bidangnya,” tuturnya.

        Kondisi itu menyebabkan sulit bagi operator dan regulator transportasi mendapatkan jaminan bahwa tenaga-tenaga kerja itu memang memiliki kompetensi yang diakui secara legal. Pada sisi lain dengan adanya pasar bebas ASEAN, Asia, bahkan dunia, kesempatan tenaga-tenaga kerja itu bekerja menjadi tersingkir oleh SDM dari luar negeri yang dipastikan memiliki sertfikat kompetensi.

“Kondisi itu terbilang merisaukan. Padahal kita membutuhkan mereka. Secara paralel, mereka juga butuh pekerjaan,” ujarnya.

       Karena itu, Tommy menyatakan memiliki gagasan untuk membuka kursus-kursus singkat atau vocational di sekolah-sekolah di lingkungan BPSDM Perhubungan. Dengan durasi pendidikan sekitar tiga bulan, maka peserta kursus mendapatkan keahlian dan keterampilan sekaligus memiliki sertifikat kompetensi, yang pada gilirannya meningkatkan daya jual mereka di pasar kerja. “Sertfikat ini bila perlu ditandatangani oleh Kepala BPSDM dan Dirjen terkait,” ujarnya.

      Dia menegaskan sekolah-sekolah di lingkungan BPSDM Perhubungan memiliki kemampuan untuk menggelar short course atau vocational semacam itu. Contohnya Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran dan Sekolah Tinggi Transportasi Darat. “Begitu juga dengan sekolah lainnya. Mereka memiliki modul dan fasilitas memadai untuk itu,” ungkapnya. (aw).

loading...