Angkasa Pura 2

450 Taruna Baru Masuk Asrama STIP Mulai 18 Agustus 2014

SDMMinggu, 10 Agustus 2014
IMG_8356_edit

JAKARTA (beritatrans.com) –  Sebanyak 450 taruna baru Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) masuk asrama kampus sekolah tersebut di kawasan Marunda, Jakarta Utara, mulai 18 Agustus 2014.  Mereka masuk sekolah pencetak pelaut-pelaut andal di dalam dan luar negeri tersebut setelah melewati seleksi ketat.

      Taruna baru itu, Ketua STIP, Capt. Rudiana Muchlis, MM, mengungkapkan terdiri dari 120 jurusan nautika, 120 teknika, 120 Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan (KALK), 30 Op Nautika, 30 Op teknika, dan 30 Op KALK.

      “Mulai tanggal 18 Agustus hingga  22 Agustus 20140, mereka harus sudah masuk asrama, dengan agenda pengenalan kampus,” ungkap Rudiana kepada beritatrans.com, Sabtu (9/8/2014).

        Setelah masa orientasi kampus di sekolah yang telah meluluskan antara lain Dirjen Perhubungan Laut  Capt. Bobby R Mamahit serta Leon Muhammad (mantan Sekjen Kementerian Perhubungan) itu, taruna baru mengikuti masa dasar pembinaan fisik dan mental (Madabintal) di salah satu pusdik TNI AD di Bandung, 25 Agustus – 2 September 2014. Mereka antara lain akan dididik kesemaptaan dan disiplin bernuansa kemiliteran.

       Dia mengenaskan selama masa orientasi, Madabintal dan proses belajar serta mengajar dikedepankan aspek kedisiplinan dan dilarang menggunakan kekerasaan, baik secara fisik maupun psikis. “Bila ada kekerasan, apalagi menyebabkan luka atau hilang nyawa, maka taruna terkena sanksi pemecatan. Sanksi yang sama juga berlaku bagi dosen dan instruktur,“ tegasnya.

       Rudiana mengingatkan STIP merupakan bagian dari masyarakat akademis. Karenanya, sikap, pola pikir dan pola tindak wajib berbasis kepada koridor akademis. „“Satu saja yang menjadi fokus taruna yakni belajar dan belajar, serta berlomba menjadi perwira-perwira terbaik, sehingga menjadi bagian dari komponen bangsa ini yang berprofesi sebagai pelaut profesional, tangguh dan andal,“ cetusnya.

       BERBAGAI TES
       Ketua STIP juga mengingatkan untuk masuk menjadi taruna STIP amatlah sulit. Harus bersaing dengan ribuan calon taruna lainnya dari seluruh Indonesia. Karena itu, kesempatan menjadi taruna patut disyukuri dengan fokus kepada ketentuan yang mesti dijalankan sebagai taruna.

      Beratnya seleksi untuk menjadi taruna STIP, Rudiana yang juga merupakan lulusan STIP tersebut mencontohkan pada seleksi tahun ini saja ada 3.000 pendaftar. Mereka ‘bertempur’ dalam tes akademik, kesehatan, interview, kesamaptaan,  dan psikotes. Padahal yang dibutuhkan hanya 450 taruna baru.

      Hasil tes akademik itu terbilang menggembirakan karena sebagian besar calon taruna memperlihatkan kecerdasan bagus dengan angka tinggi di atas passing grade. Padahal minimal passing grade saja sudah tergolong berat.(aw).
 

loading...