Angkasa Pura 2

Menhub Lantik Pejabat Eselon I dan II

SDMRabu, 13 Agustus 2014
Pelantikan Tommy

JAKARTA (beritatrans.com) – Menteri Perhubungan (Menhub) E. E. Mangindaan melantik Pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Rabu (13/8/2014). Pelantikan ini sebagai tindak lanjut atas terbitnya Keputusan Presiden RI Nomor 155/M Tahun 2013.

Pejabat Eselon I yang dilantik adalah Ir. Santoso Eddy Wibowo, Msi sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perhubungan, menggantikan Leon Muhamad, ST, MT, yang memasuki masa pensiun. Wahju Satrio Utomo, SH, M.Si, yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Perhubungan, sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDM), menggantikan Ir. Santoso Eddy Wibowo, Msi.

Sedangkan Pejabat Eselon II yang dilantik adalah Capt. Sahatua P. S, MM, yang sebelumnya menjabat sebagai Atase Perhubungan dan Perwakilan Tetap RI di International Maritime Organization (IMO) di London, menjadi Direktur Perkapalan dan Kepelautan dan Gede Pasek Suardika, M.Sc, yang sebelumnya menjabat Kepala Subdit Manajemen Keselamatan, menjadi Direktur Keselamatan Transportasi Darat.

“Pergantian dan pelantikan jabatan merupakan sebuah proses penting dalam manajemen organisasi terlebih lagi apabila pejabat-pejabat baru tersebut merupakan pucuk pimpinan dan pemegang kekuasaan tinggi dalam sebuah organisasi,” kata Menhub dalam sambutannya.

Menurutnya, proses pergantian dan pelantikan jabatan merupakan bukti bahwa sebuah organisasi berjalan secara dinamis. Selain itu, pergantian pejabat setingkat eselon I dan II ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja Kementerian Perhubungan.

“BPSDM adalah organisasi di Kementerian Perhubungan yang sangat penting dan strategis. Di pundak Kepala BPSDM inilah maju dan mundurnya kualitas SDM Kementerian Perhubungan ditentukan. Begitu juga dengan Sekjen, ibarat tubuh, bila menteri itu sebagai kepala maka Sekjen adalah lehernya. Bila di lehernya ada gangguan, maka kepala pun turut terganggu,” kata Menhub.

Posisi pejabat eselon II pun dianilai tidak kalah pentingnya dibandingkan pejabat eselon I. “Para pejabat eselon I adalah orang yang paling mengetahui persoalan teknis pekerjaan. Jadi posisi mereka tidak main-main. Artinya harus dipegang oleh orang-orang yang memang memiliki kualitas bagus,” ujarnya. (aliy)