Angkasa Pura 2

ITF Dukung Aksi Serikat Pekerja JICT

DermagaSenin, 18 Agustus 2014
beritatrans.com

JAKARTA (beritatrans.com) – International Transport Workers Federation (ITF) rencanakan aksi solidaritas internasional untuk mendukung Serikat Pekerja PT Jakarta International Container Terminal (JICT) yang menolak perpanjangan konsesi pengelolaan terminal petikemas kepada pihak asing.

“Solidaritas secara besar-besaran itu untuk melindungi pekerja dari tindakan negatif dan upaya pengebirian serikat pekerja JICT yang dilakukan oleh pihak perusahaan,” kata Ketua ITF Asia Pasifik Hanafi Rustandi dalam keterangan tertulisnya.

ITF terus memantau perkembangan proses perpanjangan konsesi JICT oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau IPC kepada investor asing Hutchison Port Holding (HPH). Proses perpanjangan konsesi pengelolaan terminal petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok itu dilakukan secara terburu-buru, sehingga menimbulkan banyak penolakan.

SP JICT yang merupakan salah satu dari beberapa serikat pekerja di Indonesia yang berafiliasi ke ITF pada 7 Agustus 2014 lalu melakukan demonstrasi di Istana Negara. Mereka menolak perpanjangan konsesi yang dilakukan oleh PT PelindoII kepada perusahaan asing asal Hongkong, Hutchison Port Holdings.

Menurut Hanafi, penolakan perpanjangan konsesi kepada Hutchison merupakan ide murni SP JICT, mengingat kondisi politik Indonesia yang masih tidak menentu pasca pemilu presiden, sehingga dikhawatirkan konsesi akan rawan terjadi penyimpangan seperti pada awal konsesi tahun 1999.

Sebelumnya, Direktur Kepelabuhanan dan Pengerukan Ditjen Perhubungan Laut Adolf R Tambunan mengatakan, berdasarkan UU No.17/2008 tentang Pelayaran, kewenangan konsesi dilakukan oleh Otoritas Pelabuhan/Kementerian Perhubungan.

“Tidak ada hak yang melekat di PT Pelindo II untuk memperpanjang konsensi itu. Karenanya, langkah yang ditempuh dalam perpanjangan konsensi merupakan aksi melanggar hukum, khususnya Undang – Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran,” tegas Adolf. (aliy)