Angkasa Pura 2

6 Tol Layang Dalam Kota Jakarta Berbiaya Rp41,17 Triliun

KoridorRabu, 20 Agustus 2014
BvcUd7cCYAAh8CN

JAKARTA (beritatrans.com) – Enam ras tol layang dalam kota dibangun serentak. Pembangunannya ditangani sendiri Pemprov DKI Jakarta dengan anggaran sekitar Rp41,17 triliun.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alis Ahok menegaskan:
“Kita sudah putuskan untuk bangun langsung. Karena kalau dulukan outer-ringroad kan masih terputus. Kalau sekarang kan ada auto ringroad. Buat nambahin jalan”.

Pembangunan jalan tol tersebut, dia berdalih karena panjang jalan sulit ditambah karena keterbatasan lahan. Karena itu perlu dibangun jalan layang.

Tapi bukan soal sepele membangun enam ruas tol secara bersamaan. Ide ini bahkan sempat ditolak konsorsium., yang maunya dua rusa terlebih dahulu dibangun yakni Semanan-Sunter dan tol Sunter-Pulo Gebang.

“Kalau dia mau bikin 1 atau 2 dulu, saya nggak mau. Kalau Anda enggak mau bikin 6 ruas jalan tol secara langsung, saya ambil alih lho. Saya bikin pakai APBD,” tegas Ahok.

Ahok juga berencana mengalihfungsikan tol yang akan dibangun menjadi jalan berbayar elektronik (Electronic Road Pricing). Tujuannya, agar Pemprov DKI dapat keuntungan lebih banyak.

“Bikin pakai APBD buat ERP, lebih kaya Pemprov. Saya enggak minta tarif berdasarkan kementerian, dan bisa sesuka mau naik-turunin tarif,” tambah Ahok.

Enam ruas tol yang akan dibangun tersebut adalah tol Sumenen-Sunter, Sunter-Pulo Gebang, Duri Pulo-Kampung Melayu, Kemayoran-Kampung Melayu, Tanah Abang-Ulu Jami, dan Tol Kasablanka-Pasar Minggu.

Total nilai proyek pembangunan jalan tol itu kurang lebih Rp41,17 triliun. Pendanaannya berasal dari modal sendiri sejumlah 30 persen, dan dari modal yang dipinjamkan perbankan 70 persen.

Perusahaan yang terlibat dalam pembangunan jalan yang sudah digagas sejak kepemimpinan Sutiyoso dalam bentuk konsorsium bernama PT Jakarta Tollroad Development (JTD). Perusahaan yang tergabung dalam konsorsium tersebut adalah PT. Pembangunan Jaya, PT. Jakarta Propertindo, PT. Citra Marga Nusaphala Persada, serta beberapa BUMN Karya. (metrotv/ani)