Angkasa Pura 2

Jaga Profesionalitas Petugas LLAJ

Ditjen Perhubungan Darat Sertifikasi Ratusan PPNS Tiap Tahun

KoridorKamis, 21 Agustus 2014
PPNS

JAKARTA (beritatrans.com) – Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan melakukan sertifikasi terhadap ratusan pejabat Pegawai Negeri Sipil (PPNS) sektor perhubungan darat. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun untuk menghasilkan dan menjaga kualitas dan profesionalitas PPNS Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ).

“Setiap tahun kami melakukan sertifikasi terhadap ratusan PPNS yang berasal baik dari pusat maupun dinas-dinas perhubungan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Suroyo Alimoeso kepada beritatrans.com di Jakarta, Kamis (21/8/2014).

Suroyo mengatakan, sebelum memberikan sertifikasi, pihaknya terlebih dahulu melakukan pendidikan dan pelatihan dengan melibatkan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan dan Bareskrim Polri.

“Mereka kami didik dan latih tentang berbagai hal terkait penegakkan hukum lalu lintas jalan raya,” ujar Suroyo.

Suroyo berharap dengan adanya pendidikan dan pelatihan, serta sertifikasi tersebut, PPNS sektor perhubungan darat di seluruh Indonesia memiliki standar kualitas dan profesionalitas yang sama.

Kasubdit Pengendalian Operasional (Dalops) Ditjen Perhubungan Darat I Made Suartika mengatakan, pihaknya melaksanakan sertifikasi PPNS antara 150 hingga 200 PPNS per tahun. “Mereka biasanya diajukan oleh dinas-dinas perhubungan pemerintah daerah setempat,” kata Made.

Menurutnya, standar minimal bagi pegawai negeri yang dapat ikut proses sertifikasi PPNS adalah berpendidikan minimal SLTA sederajat, pangkat golongan II, dan telah bekerja di dinas perhubungan setempat selama tiga tahun.

“Nanti yang mendidik dan melatih mereka adalah BPSDM dan bekerjasama dengan Bareskrim Polri. Setelah selesai, kemudian kami berikan sertifikasinya,” ujarnyam

Untuk menjaga agar PPNS yang telah mendapat sertifikasi tetap berkinerja baik, Ditjen Perhubungan Darat melakukan refreshment sertifikasi setiap tahun. “Masa berlaku sertifikasinya itu sendiri hanya lima tahun,” kata Made. (aliy/aw)