Angkasa Pura 2

Berantas Biaya Siluman Arus Logistik di Jalan

KoridorSabtu, 23 Agustus 2014
Pungging-20130627-02817

JAKARTA (beritatrans.com). – Pemerintahan mendatang harus mampu menekan tingginya biaya logistik di Indonesia sehingga membuat produksi barang dan jasa nasional kalah bersaing dengan negara lain.

“Biaya logistik di Indonesia tinggi mencapai 18%-20%, sementara di negara-negara maju berkisar 12% bahkan bisa sampai kurang dari 10%,” ucap Mantan Sesmen BUMN Dr.Ir.M Said Didu di Jakarta, Kamis (21/8).

Kondisi tersebut terjadi karena  pelayanan di pelabuhan, terminal, bandara dan lainnya belum efisien. Masih banyak infrastruktur transportasi yang rusak, seperti jalan, jembatan, pelabuhan dan lainnya. 

“Kondisi tersebut diperburuk dengan masih rendahnya kualitas SDM, korupsi dan pungli marak di semua lini serta minimnya komitmen oknum di lapangan. Semua itu berakumulasi pada mahalnya biaya logistik,” kata Said.

Dengan perbaikan pelayanan dan sistem transportasi nasional, Said yakin akan mampu menekan biaya logistik di Tanah Air. Namun begitu, dengan kepemimpinan yang kuat,  ditunjang dengan  reformasi birokrasi serta kerja keras semua aparat di pusat dan daerah akan bisa memperbaiki pelayanan kepada rakyat dan pengguna jasa.

Dia memberikan contoh, harga jeruk dari Medan  lebih mahal dibading jeruk impor asal China atau negara lain seperti Australia. Hal itu bisa dimalkumi, karena banyak uang-uang dan resiko bisnis yang harus ditanggung pelaku usaha nasional.

“Untuk mengirim jeruk dari Medan ke Jakarta butuh waktu 3,5 hari. sesampainya di Jakara, yang rusak  10%, ditambah busuk 10% serta biaya siluman lainnya mencapai 30%. Jadi, dari satu truk jeruk yang dibawa dari Medan ke Jakarta hanya tersisa 50% yang bisa dijual ke konsumen. Oleh karena itu, harganya menjadi lebih mahal karena pemilik barang harus menanggung biaya-biaya tambahan tak jelas tersebut,” urai Said.

Ke depan, perlu dilakukan reformasi pelayanan ke masyarakat dan dunia usaha, Sederhanakan semua proses perizinan, berantas korupsi dana pungli di jalanan, serta benahi kuaitas SDM terutama di lini depan.

“Dengan cara tersebut, kita yakin akan terjadi efisiensi dan penurunan biaya logistik di Tanah Air. Jika kita semua komitmen dari pusat sampai daerah serta aparat sampai ke rakyat, tak ada yang tak bisa dilakukan. Termausk menurunkan biaya logistik yang menjadi momok dunia usaha tersebut,” tandas Said. (helmi)

loading...