Angkasa Pura 2

Indonesia Harus Membangun Transportasi Umum

KoridorSelasa, 26 Agustus 2014
IMG_00000075

JAKARTA (beritatrans.com) – Pemerintah harus membangun transportasi umum yang baik, murah dan terjangkau masyarakat. Dengan begitu, akan menekan penggunaan kendaraan pribadi yang memicu kemacetan dimana-mana. Selain itu juga menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) subsidi sesuai kuota di APBNP 2014.

“Rakyat menggunakan kendaraan pribadi karena lebih murah dan praktis dibandingkan angkutan umum. Kalau angkutan umum diperbaiki, murah dan praktis, tentu rakyat akan beralih menggunakan kendaraan umum,” ujar pengamat transportasi Unika Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno kepada beritatrans.com di Jakarta.

Sejak dilakukan pembatasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari pemerintah. Pertamina sebagai badan usaha yang menyediakan dan mendistribusikan BBM subsidi mengurangi pasokan BBM ke SPBU karena kuota BBM subdi di APBNP 2014 dikurangi menjadi 46 juta KL. Jika tidak dihemat maka dikhawatirkan tak cukup sampai akhir tahun 2014 mendatang.

“Untuk menekan konsumsi BBM subsidi, serta mengurangi kemacetan, transportasi umum harus dibangun. Jika angkutan umum baik, nyaman, aman, dan jumlah armada cukup, serta tarifnya terjangkau, tanpa disuruh masyarakat akan beralih ke angkutan umum,” papar Djoko.

Untuk membangun angkutan umum yang baik di Indonesia, dibutuhkan dana sekitar Rp9 triliun. “Dana itu lebih kecil dibandingkan subsidi BBM dan listrik yang mencapai Rp350 triliun. Kalau mau, dengan mengurangi subsidi dan dialokasikan untuk membangun angkutan umum yang baik dan nyaman sudah cukup,” kata Ketua Umum DPP Organda Ekasari Lorena.

Indonesia sebenarnya sangat mampu membangun angkutan umum berbasis jalan yang baik. Bukan hanya itu, angkutan umum jalan juga harus disinergikan dengan moda angkutan lainnya, seperti kereta api (KA), kapal laut, penyeberangan dan lainnya.

“Yang belum ada sekarang adalah good will dan keberpihakan pengambil kebijakan di negeri ini pada angkutan umum itu,” kata Eka. (helmi)