Angkasa Pura 2

Sidak Jero Wacik Bikin Pengemudi Nissan Serena Ketakutan

Another NewsRabu, 27 Agustus 2014
Antrian SPBU

JAKARTA (beritatrans.com) – Inspeksi mendadak (sidak) Menteri ESDM Jero Wacik, Dirjen Migas Edy Hermantoro dan pimpinan Pertamina serta Hiswana Migas  Rabu (27/8/2014) di SPBU Jalan Abdul Muis Jakarta sempat membuat seorang pengemudi mobil mewah ketakutan.

Siang itu, kedapatan mobil Nissan Serena  dengan Nopol B 1689 PUS mengisi BBM jenis premium. Di dekatnya, mobil Toyata Camry yang juga mengisi BBM premium. Padahal, mobil mewah dengan harga di atas Rp500 juta itu seharusnya sudah tidak menggunakan BBM premium subsidi.

“Saya hanya sopir dan mengisi premium sesuai maunya majikan saya,” kilah dia.

Jero Wacik melakukan sidak kedua SPBU di Jakarta Pusat untuk memastikan, pasokan BBM subsidi aman dan tidak lagi ada antrean.

Kepada jajaran Pertamina, dia meminta agar BBM subsidi kembali dipasok ke masyarakat sampai fenomena antrean habis terurai dan masyarakat bisa dilayani dengan baik.

Dia meminta, dalam wakru 2-3 hari ke depan, seluruh antrean warga masyarakat di SPBU sudah selesai dan mereka bsa mendapatkan BBM dengan baik.

“Masyarakat tak perlu takut dan risau, stok dan pasokan BBM aman. Data Pertamina,  stok BBM secara nasional cukup untuk 18 hari. Yang dikurangi selama ini hanya BBM subsidi, dan kini saya minta untuk dikembalikan seperti semula sampai kondisi pulih,” kata Jero.

Dikatakan Jero, dari laporan staf dan data Pertamina Rabu siang, beberapa SPBU yang sempat terjadi antrean seperti di Pantura Jawa Barat,  sebagian Jawa Tengah dan Jawa Timur serta Yogyakarta sudah mulai terurai. Kini tak ada lagi antrean di SPBU tersebut.  Kalau masih ada antrean itu sifatnya kasuistis dan Pertamina diminta kembali memasok BBM sesuai kebutuhan di masyarakat.

“Laporan yang masuk, antrean di sejumlah SPBU tinggal di Padang Sumatera Barat dan semua itu akan diselesaikan satu dua hari ke depan,” kata Jero.

Dia menambahkan,  subsidi untuk amsyarakat kecil seperti pengguna sepda motor memang harus tetap dibeirkan. Mereka itu oranag kecil dan konsumsi BBM mereka juga sedikit. “Tapi, kalau orang yang ekonominya mapan, mobilnya lebih dari satu  tolong berbagi beban. Mereka disediakan BBM non subsidi, dan jumlahnya sangat besar. Stok BBM di Pertamina lebih dari cukup,” katanya. (helmi)