Angkasa Pura 2

Garuda Indonesia Perketat Medical Check Up Awak Kabin

KokpitSenin, 1 September 2014
IMG_20140609_092404_edit

JAKARTA (beritatrasn)–Manajemen Garuda Indoensia,Tbk akan memperketat pengawasan dan medical check up terhadap seluruh awak awak kabin terutama pilot dan kopilot yang sedang bertugas. Hal itu dilakukan guna meminimalisir dampak negatif seperti kasus pilot yang meninggalkan dunia saat menjelang atau tengah menerbangkana pesawat.
“Kita sebenarnya sudah mempunyai prosedur tetap terkait medical check up kepada awak kabain, terutama pilot dan kopilot. Pemeriksaan rutin dilakukan setiap dan semua pilot dan kopilot yang akan bertugas dipastikan dalam kondisi sehat atau prima,” ujat VP Communication PT Garuda Indonesia Pujobroto menjawab beritatrans di Jakarta, Senin (1/9).
Menurutnya, Garuda Indonesia sebagai maskapai penebangan nasional mempunyai prosedur tetap dan ketat terkait aturan keselamatan penerbangan ini. Semua pilot dan kopilot yang bertugas harus benar-benar sehat saat menjalankan tugas. “Semua aturan itu sudah diberlaukan. Kalau ada kasus seperti pilot yang meninggal saat bertugas itu sebagai kecelakaan dan kasusistis sifanya,” kata Pujo lagi.
Seperti diketahui, Pilot Garuda Indonesia Capten Rhamdanto tutup usia setelah menerbangkan pesawat GA-4032 dari Lombok menuju Bima. Capten Rhamdanto meninggal setelah dilakukan perawatan di rumah sakit. “Bersama ini kami sampaikan bahwa tidak benar pilot meninggal di dalam pesawat. Pilot dinyatakan meninggal di Rumah Sakit Sari Farma setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan,” ujar VP Corporate Communications Garuda Indonesia Pujobroto dalam rilis Minggu malam.
Dia menjelaskan ketika menerbangkan pesawat dari Lombok menuju Bima, Capten Rhamdanto mengaku dalam kondisi sehat. Maka pukul 14.00 WITA, pesawat GA-4032 mendarat di Bima dalam keadaan normal. Pukul 14.10 WITA, setelah pesawat parkir di parkir stand bandara, Pilot menyampaikan bahwa dia merasa kurang sehat dan minta diantar ke rumah sakit. Lalu kemudian pada pukul 14.15 WITA, pilot masih dapat berjalan dari pesawat menuju mobil dan diantar oleh petugas ke rumah sakit Sari Farma dan tiba di rumah sakit pada pukul 14.45 WITA.
“Setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan selama kurang lebih 45 menit, dokter yang merawat, Dr. Irma S.pd, menyampaikan bahwa Capten Rhamdanto tidak tertolong dan dinyatakan meninggal pada pukul 15.30 WITA,” tutur Pujo.
Pujo mengatakan Garuda Indonesia akan menerbangkan jenazah Capten Rhamdanto besok pagi ke Jakarta untuk pelaksanaan proses penguburan jenazah.(helmi)

loading...