Angkasa Pura 2

Dirjen Bobby: Tetap Dukung Pembangunan Pelabuhan Marunda

DermagaSelasa, 2 September 2014
2014-05-07 23.41.06

JAKARTA (beritatrans.com) – Pembangunan Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara, dibutuhkan mengingat sudah amat jenuhnya arus logistik di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Karena itu, pembangunan pelabuhan di Marunda, seperti yang direncanakan oleh Kawasan Berikat Nusantara (KBN) dan diiznkan oleh Pemprov DKI Jakarta, seyogyanya didukung oleh semua pihak,” ujar Bobby kepada beritatrans.com, Selasa (2/8/2014) malam.

Dia menegaskan Ditjen Perhubungan Laut berada posisi terdepan untuk memberikan dukungan agar pelabuhan itu segera dibangun. “Nantinya Pelabuhan Marunda melayani lalu lintas komoditas curah, seperti batubara,” tegasnya.

Sedangkan arus kontainer atau peti kemas, dia mengutarakan tetap dilayani Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan demikian, Pelabuhan Tanjung Priok tidak lagi direpotkan oleh arus barang-barang curah.

Bobby menegaskan tidak perlu ada pihak yang risau dengan rencana pembangunan Pelabuhan Marunda. “Karena pembangunannya merupakan bagian dari semangat bangsa ini memperlancar arus logistik nasional.

Beritatrans.com mencatat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah menyetujui pembangunan Pelabuhan Marunda. Bahkan rencana pembangunannya ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan Direktur Jenderal Perhubungan Kementerian Perhubungan Laut Bobby Mamahit di Balaikota Jakarta, Kamis (14/8/2014).

“Pembangunan pelabuhan menelan anggaran sebesar Rp 1,1 triliun dan akan dibangun di area seluas 140.000 meter persegi,” kata Direktur Utama PT KBN Sattar Taba.

Sattar mengatakan, pelabuhan tersebut diharapkan dapat memperlancar distribusi logistik dari dan ke Sumatera dan kawasan timur Indonesia.

Ia menilai, pembangunan pelabuhan baru harus segera dilakukan karena kegiatan operasional di pelabuhan utama yang ada saat ini, yakni Pelabuhan Tanjung Priok, sudah terlalu banyak. Hal ini yang mengakibatkan terjadinya rolling time dan kemacetan, baik di dalam pelabuhan maupun di kawasan sekitarnya.

“Kegiatan di dermaga Tanjung Priok sudah sangat tinggi sehingga sering terjadi kemacetan, akibatnya less cost. Kami dari KBN mencanangkan untuk membangun dermaga umum dan kapal-kapal domestik dan lainnya,” ujar Sattar. (aliy/awe).

loading...