Angkasa Pura 2

Parkir Liar dan PKL Gerus 30% Fungsi Jalan

KoridorSelasa, 2 September 2014
parkir liar

JAKARTA (beritatrans)–Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyambut positif kebijakan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menertibkan parkir liar di jalanan ibukota.

“Kita apresiasi upaya Dishub Jakarta tertibkan parkir liar. Itu salah satu upaya optimalna fungsi jalan dan atasi kemacetan di Jakarta. Akibat parkir liar, PKL dan lainnya sudah mengerus 30% fungsi jalan yang ada,” kata Tulus pada beritatrans.com di Jakarta, Selasa (2/9).

Dikatakan, dengan menertibkan parkir liar, pedagang kaki lima (PKL) dan lainnya membuat fungsi jalan tidak optimal. Aksi tersebut diyakini akan membuat arus lalu lintas makin baik dan lancer. “Dengan optimalisasi fungsi jalan, akan mengembalikan fungsi jalan yang hilang sampai 30% akibat parkir liar, PKL dan lainnya,” aku Tulus.

Menurutnya, mobil yang parkir sembarangan di pinggir jalan dan lainnya harus ditertibkan. Itu perlu, karena selama ini mereka menjadi biang kemacetan di Jakarta.

“Kalau terkait besaran Rp500 ribu per hari dan akan berlaku progresif, itu bagus saja. Selama, ada dasar hukum yang jelas dan tidak disalahgunakan oleh oknum nakal,” jelas Tulus.

Untuk mengatasi kemacetan di Jakarta butuh solusi jitu dan langkah berani aparat terkait. “Kalau kemarin dengan cabut pentil tidak berhasil, sekarang diderek dan didenda tinggi. Dengan harapan, mereka tak parkir sembarangan sehingga tidak memicu kemacetan yang lebih parah,” kata Tulus.

Ke depan, yang dibutuhkan Indonesia termasuk di Jakarta adalah penegakan hukum. Kebijakan Dishub Jakarta untuk memberantas parkir liar dan PKL layal didukung dan diapresiasi. Hal itu akan membuat wajah Jakarta lebih baik.

“Kendati begitu, yang harus diantisipasi adalah potensi main mata antara oknum aparat dengan masyarakat. Jangan sampai terjadi fenomena UUD, ujung-ujungnya duit,” tegas Tulus.(helmi)