Angkasa Pura 2

Bandara Soetta Menuju Open Sky Policy

BandaraRabu, 3 September 2014
Bandara Soeta

TANGERANG (beritatrans)–Bandara Cabang Utama Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, siap menyongsong era kebijakan udara terbuka (open sky poleiy). Saat itu, hampir tak ada batas lagi dalam ruang udara nasional. Jika tak disikapi dengan bijak kita akan terlibas persaingan yang terjadi.

“Dari sisi bandara, kita siap. Kalaupun ada yang belum, harus disiapkan sejak sekarang,” ujar Manager Humas Bandara Soetta Yudistiawan kepada beritatrans.com di kantornya, Selasa (2/9).

Menurut dia, dari sisi bandara sudah oke. Landasan pacu siap termasuk untuk didarati pesawat B 777 terbaru. Fasilitas pendukung lain, seperti terminal, perkantoran bahkan sarana dan prasarana tidak ada masalah.

“Kita sudah full beroperasi 24 jam sehari. Maskapai asing yang beroperasi di Bandara Soetta bisa dilayani dengan baik. Penumpang juga bisa dilayani dengan baik tanpa komplain,” aku Yudis.

Sejak awal Indonesia mendeklair siap mengikuti kebijakan udara terbuka, Bandara Soetta langsung mengantisipasi dengan baik.

“Setiap ada kebijakan udara yang bersifat international, Bandara Soetta harus siap juga. Dalam posisinya sebagai bandara international di ibukota negara, pasti akan diterapkan duluan. Itulah mengapa, manajemen Bandara Soetta harus siap semuanya,” papar Yudis lagi.

Bandara Soetta adalah bandara terbesar dan paling sibuk di Indonesia. Dalam setahun, lebih dari 65 juta orang dilayani di bandara ini.

“Sejauh ini, semua pengguna jasa Bandara Soetta bisa dilayani dengan baik. Memang ada kepadatan terutama pada pagi dan sore hari atau hari-hari libur nasional. Oleh karena itu, manajemen Bandara Soetta berusaha memberikan pelayanan dengan baik dan efisien,” papar Yudis.

Sejalan dengan rencana open sky poleecy, semua sektor di Bandara Soetta terus dibenahi. Termasuk aksi masuk dan keluar bandara. Selama ini kemacetan di ruas tol menuju bandara menjadi masalah serius bagi warga terutama calon penumpang pesawat udara.

“Selain bus angkutan khusus bandara, ada taksi selain kendaraan pribadi tentunya. Ke depan, Kereta Api Bandara tengah dibangun dan akan segera dioperasikan. Jika KA Bandara sudah beroperasi, maka waktu tempat dari Jakarta ke Bandara Soetta bisa ditempuh kurang dari satu jam,” tegas Yudis.(helmi)