Angkasa Pura 2

Rencana Pembangunan Bandara Marunda Masih Dikaji

BandaraRabu, 3 September 2014
Gedung Dephub

JAKARTA (beritatrans.com)–Rencana pembangunan Bandara Marunda Jakarta Utara yang digagas Pemprov DKI Jakarta kini masih dalam tahap pembahasan dan pengkajian di Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Pembangunan Bandara Marunda tersebut harus disesuaikan dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) nasional dan RTRW daerah Jakarta.

“Selain itu juga ada persyaratan lain yang perlu dibahas dan dirumuskan bersama,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Santoso Eddy Wibowo menjawab beritrans.com di Jakarta, Selasa (2/9) malam.

Menurutnya, untuk mendukung mobilitas warga megapolitan seperti Jakarta memang perlu dipikirkan adanya bandara lebih dari satu. Saat ini, untuk melayani angkutan udara komersial di Jakarta dan sekitarnya masih mengandalkan Bandara Soekarno-Hatta. Memang ada Bandara Halimperdanakusuma Jakarta Timur.”Tapi, statusnya Pangkalan TNI-AU. “Jika ada kepentingan yang mendesak dari TNI-Au atau tamu negara misalnya, maka penerbangan sipil di Bandara Halim pasti akan terganggu,” kata dia.

Di kota-kota besar di dunia, seperti London Inggris atau New York Amerika Serikat (AS) mempuyai bandara lebih dari satu. Dengan begitu, mobilitas warga tetap terlayani dengan baik tanpa menganggu kepentingan negara. “Tapi, rencana pembabngunan Bandara Marunda itu tetap harus dikaji secara mendalam. Seberapa cukup akses darat menuju Marunda, kepadatan di kawasan itu dan pertimbangan lainnya,” jelas Santoso Eddy.

Menurut Sekjen Kemenhub RI itu, juga perlu difikirkan kajian analisa mengenao dampak lingkungan (amdal) untuk membangun Bandara Marunda. “Untuk membangun proyek bandara apaagi kelas international mutlak harus mengantongi kajian amdal. Jangan sampai proyek itu berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat lainnya,” papar dia.

Jadi, proyek Bandara Marunda itu bisa direalisiasikan kapan dan berapa kebutuhan dananya, perlu dikaji lebih mendalam. Melihat dinamika yang berkembang, serta makin tingginya permintaan jasa angkutan udara nasional memang perlu difikirkan membangun bandara baru di Jakarta. “Tapi, pembangunan bandara itu harus dilakukan ekstra hati-hati dan tidak menimbulkan masalah lain di masyarakat,” tegas Santoso Eddy.(helmi)

loading...