Angkasa Pura 2

Asap Tebal Juga Ganggu Penerbangan di Muara Teweh

BandaraJumat, 5 September 2014
Asap Tebal

MUARA TEWEH (beritatrans.com) – Asap tebal yang melanda Kalimantan Tengah tidak hanya mengganggu operasional Bandara H. Asan Sampit, asap tebal juga mengganggu operasional penerbangan dari dan ke Bandara Beringin Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara.

“Penerbangan dari Balikpapan, Kalimantan Timur ke Muara Teweh pagi ini ditunda hingga siang nanti akibat kabut asap,” kata seorang petugas Bandara Beringin Muara Teweh, Sidik di Muara Teweh, Jumat (5/9/2014).

Penerbangan rute Balikpapan-Muara Teweh yang tertunda itu adalah pesawat mili maskapai Susi Air yang biasanya tiba di Bandara Beringin Muara Teweh pada pukul 07.45 WIB.

Akibat kabut asap tebal sehingga jarak pandang vertikal hanya 500 meter maka pihak Susi Air menunda keberangkatan ke Muara Teweh.

“Penerbangan akan dilanjutkan siang hari, karena pada siang diperkirakan kabut asap akan berkurang,” katanya seperti dilansir Antara.

Akibat tertunda penerbangan dari Bandara Sepinggan, Balikpapan ke Muara Teweh maka penerbangan selanjutnya dengan pesawat sama dari Muara Teweh-Banjarmasin, Kalimantan Selatan sekitar pukul 11.40 WIB juga terpaksa ditunda.

Penerbangan Susi Air setiap hari rute Muara Teweh ke Balikpapan dan Banjarmasin ini mengunakan pesawat jenis Cessna berpenumpang 12 orang dengan harga tiket sekitar Rp1,5 juta per orang.

Selain itu Susi Air juga melayani penerbangan bersubsidi rute Muara Teweh-Palangka Raya dengan frekuensi tiga kali sepekan yakni setiap Selasa, Kamis dan Sabtu dengan harga tiket dewasa Rp273.300 dan bayi (infant) Rp32.730.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara, Guntur Pardede mengatakan kabut asap yang melanda daerah ini diduga berasal dari daerah lain, karena hasil pemantauan pada tanggal 4 September 2014 tidak ada laporan ditemukannya titik api di wilayah Barito Utara.

“Kami tetap menurunkan petugas untuk melakukan pemantauan secara langsung ke sejumlah lokasi dan meminta pihak kepala desa dan lurah di kecamatan untuk melaporkan kalau ada titik api atau kebakaran lahan,” katanya. (aliy)