Angkasa Pura 2

INSA: Pelabuhan Marunda dan Cilamaya Mendesak Dibangun

DermagaJumat, 5 September 2014
IMG_20140714_201302_edit

JKARTA (beritatrans.com) – Presiden Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Carmelita Hartoto mengemukakan pembangunan Marunda, Jakarta Utara, dan Cilamaya, Karawang, mendesak dibangun.

“Kedua pelabuhan itu amat dibutuhkan karena keterbatasan kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok untuk menampung arus logistik,” cetusnya kepada beritatrans.com, Jumat (5/8/2014).

Dia menegaskan Tanjung Priok sudah tidak menundukung sistem logistik nasional yang efisien lagi. Meskipun dibangun Kalibaru, dampak Tanjung Priok yang posisinya berada di tengah kota terhadap biaya logistik sangat besar.

Selama ini, sekitar 60% hingga 70% arus barang logistik kita ditangani melalui Tanjung Priok. Dengan potensi bisnis logistik yang mencapai Rp1.400 triliun rupiah per tahun, maka bisnis logistik yang berputar dengan gerbang utamanya adalah Tanjung Priok mencapai lebih dari Rp500 triliun.

Tetapi potensi itu diiringi dengan konsekuensi sebagian besar masalah kita ada di pelabuhan itujuga. “Solusinya, beban Priok harus dibagi dengan mempersiapkan pelabuhan pengganti atau pelabuhan yang lebih besar sekelas Tanjung Priok,” ujar Carmelita.

Operator pelabuhan Tanjung Priok juga tidak perlu takut bersaing dengan kehadiran Cilamaya yang berada pada hinterland yang sama nantinya, karena kepentingan masyarakat harus diutamakan dan visi Indonesia mencapai masyarakat yang mandiri, adil dan makmur harus diutamakan.

Mengenai kemungkinan lokasi Pelabuhan Cilamaya mengganggu pipa dan kilang minyak Pertamina, dia menegaskan bisa saja posisinya digeser sedikit.

MARUNDA
Carmelita juga mengemukakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta didesak untuk segera merealisasikan pembangunan Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara.

Dia mengemukakan pelabuhan khusus baran/ibarang curah amat dibutuhkan karena selama ini proses bngkar muat barang curah di Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 10 – 15 hari. Panjang waktu tunggu itu menimbulkan biaya besar bagi perusahaan pelayaran dan pemilik barang.

“Karenany kami amat mendukung dibangunnya Pelabuhan Marunda oleh KBN (Kawasan Berikat Nusantara). Apalagi pembangunannya didukung oleh Ditjen Perhubungan Laut. Benefitnya adalah arus logistik menjadi terbantu dan biaya logistik juga dapat ditekan,” tegasnya.

loading...