Angkasa Pura 2

Pesawat dan Kereta Harus Bergantian Lewat di Bandara

BandaraJumat, 5 September 2014
gisborne-airport

NEW ZEALAND (beritatrabns.com) – Menjadi petugas navigasi penerbangan di Bandara Gisborne, New Zealand, tampaknya mesti sering stres. Bukan karena begitu padatnya jadwal penerbangan seperti di Bandara Soekarno – Hatta, tetapi disebabkan ada jalur kereta di landasan pacu.

Petugas navigasi penerbangan tampaknya mesti menjadi pintu perlintasan kereta. Petugas mesti jago memperkirakan sekaligus memutuskan kereta atau pesawat yang lebih dulu lewat. Soalnya, harus bergantian menggunakan jalan.

Kalau kereta yang harus lebih dulu lewat, maka pesawat yang hendak terbang diwajibkan menunggu dulu di landasan. Atau untuk pesawat yang hendak mendarat, maka diminta putar-putar sebentar di udara sebelum mendarat di landasan sepanjang 1.310 meter tersebut.

Pesawat yang hendak terbang atau mendarat juga mesti hati-hati dan pelan-pelan saat melintasi rel kereta. Kalau nggak hati-hati, bisa patah as roda. Sejauh ini.belum ada laporan apakah pernah ada insiden patah as roda.

Pilot dan penumpang pastinya mendapatkan pengalaman spektakuler dengan kejadian di bandara yang dikelola Eastland Group tersebut. Sekitar 150 ribu penumpang per tahun melintas di sana.

Ada empat maskapai beroperasi setiap hari di bandara tersebut yakni Air Nelson, Eagle Airways, Sunair, Air Napier. Mereka melayani penerbangan antara lain ke Auckland, Wellington, Roturoa dan Napier. (sofie dari berbagai sumber).

normal_Airport

loading...