Angkasa Pura 2

Sulit Akses ke Bandara Soekarno-Hatta, Warga Sepatan Minta Jembatan

KoridorFriday, 5 September 2014

TANGERANG (beritatrans.com) – Sejumlah warga Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Banten, mendambakan proyek jembatan Sungai Cisadane karena memudahkan bila menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta atau sebaliknya.

“Padahal pondasi jembatan sudah ada sejak awal tahun 2013 tapi sampai saat ini belum juga ada kelanjutannya,” kata Rohman (43) warga Sepatan di Tangerang, Jumat (5/9/2014).

Dia mengatakan pondasi jembatan itu berada di kampung Pulau Indah, Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur menghubungkan Kelurahan Kedaung Baru, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Akibat tidak adanya jembatan, maka warga terpaksa mengunakan rakit yang warga sekitar menyebut eretan untuk sampai ke bandara terbesar di Indonesia itu.

Namun akibat tanpa jembatan, warga terpaksa harus menempuh jarak yang jauh mencapai 12,2 km menuju bandara dengan lama waktu di perjalanan sekitar 45 menit.

“Apalagi saat jam macet, akan sulit melintasi jalan menuju bandara, maka keberadaan jembatan sangat didambakan bagi warga,” katanya seperti dikutip Antara.

Pendapat senada juga diutarakan Jayadi (48) dan Umar 935) penduduk Kedaung Barat, Sepatan Timur.

Umar mengatakan setiap hari harus mengeluarkan uang mencapai Rp6.000 hingga Rp7.000 untuk membayar eretan itu.

Menurut dia, kasus yang menimpa empat tahun lalu diharapkan jangan terulang karena ada warga yang meninggal dan sepeda motor hilang di sungai akibat eretan hanyut saat musim hujan.

Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap proyek jembatan di Sepatan Timur itu.

Dia mengatakan aparat terkait akan meninjau kembali lokasi pondasi jembatan itu karena sangat berguna sebagai sarana penghubung kedua daerah. (aliy)