Angkasa Pura 2

Kabut Asap Sudah Ganggu Tiga Jalur Transportasi di Kalteng

BandaraSenin, 8 September 2014
Kebakaran Sampit

SAMPIT (beritatrans.com) – Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Supian Hadi, menyatakan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan telah mengganggu tiga jalur transportasi, laut, darat dan udara.

“Dari tiga jalur transportasi, jalur udara yang paling terganggu, beberapa jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat di bandara Haji Asan Sampit tidak tepat waktu karena dilakukan penundaan akibat landasan pacu tertutup kabut asap,” katanya di Sampit, Senin (8/9/2014).

Selain mengganggu tiga jalur transportasi, kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Kotim juga telah mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.

Untuk mengantisipasi dampak dari kabut asap tersebut pemerintah daerah telah membagikan ribuan masker secara gratis kepada masyarakat yang beraktivitas di luar rumah dan pengguna jalan.

Menurut Supian Hadi, tidak hanya sampai di situ saja, dalam menanggapi kejadian itu, pemerintah daerah telah menetapkan Kabupaten Kotim saat ini siaga I bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Berdasarkan situasi dan kondisi di lapangan maka saya tetapkan Kabupaten Kotim saat ini siaga I bencana kabut asap,” ungkapnya seperti dilansir Antara.

Akibat dari meluasnya kejadian kebakaran lahan di Kabupaten Kotim dalam beberapa hari terakhir kondisi udara sangat tidak sehat karena bercampur dengan kabut asap.

Pemerintah daerah juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kotim untuk menghentikan sementara membakar lahan, terutama mereka yang membuka lahan pertanian dengan cara membakar.

Penghentian sementara membuka lahan dengan cara membakar tersebut bertujuan untuk mengurangi menebalnya kabut asap dan demi kenyamanan udara di Kabupaten Kotim.

“Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran lahan dan menebalnya kabut asap di Kabupaten Kotim, saya minta masyarakat untuk menjaga lingkungannya masing-masing agar terhindar dari bahaya kebakaran,” katanya.

Sementara berdasarkan pantauan Badan Meteorolgi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bandara Haji Asan Sampit, Yulida Warni mengatakan, aktivitas kebakaran lahan di Kabupaten Kotim saat ini cenderung mengalami peningkatan, hal itu dibuktikan dengan terus bertambahnya hotspot atau titik panas.

“Dalam sepekan terakhir terpantau sedikitnya ada 50 lebih titik panas, dari jumlah itu terbanyak berada di wilayah selatan Kabupaten Kotim,” ungkapnya.

Perlu penanganan serius untuk penanganan kebakaran lahan tersebut, sebab jika tidak maka kabut asap akan semakin tebal dan dapat dipastikan akan mengganggu aktivitas warga di luar rumah juga aktivitas transportasi baik itu jalur laut, darat maupun udara.(aliy)