Angkasa Pura 2

INACA Sambut Gembira “Rencana” Kenaikan Tarif Penerbangan

KokpitRabu, 10 September 2014
Garuda-Boeing-777-300er

JAKARTA (beritatrans.com)–Sekjen INACA (Indonesian National Air Carreer Association) Tengku Burhunudin menyambut gembira rencana pemerintah menaikan tarif refenrensi penerbangan kelas ekonomi nasional. “Tentu kita sangat gembira mendengar itu. Semoga kenaikan itu sesuai dengan kemauan pihak maskapai penerbangan nasional,” katanya menjawab beritatrans.com di Jakarta, Rabu (10/9).

Menurutnya, INACA sudah lama mengusulkan penyesuaian tarif angkutan udara berjadwal nasional kelas ekonomi. Sayang, pemerintah belum juga mengabulkan usulan yang disampaikan. “Dengan berbagai pertimbangan yang ada, pemerintah belum menyetujui kenaikan tarif yang kita usulkan itu,” kata Tengku lagi.

Saat ini, hampir semua komponen tarif sudah naik. Sementara, tarif penerbangan nasional belum juga ditinjau kembali. “Harga avtur naik, kurs dlar AS naik, harga barang dan jasa dala negeri juga naik. Semua itu akumulasinya membuat biaya operasi penerbangan nasional juga naik. Wajar dong kalau kita usulkana penyesuaian tarif itu,” jelas Tengku.

Pemerintah sendiri baru mau sosialisasi dan mengundang maskapai nasional besuk. Dalam forum itulah nanti akan dibahas kembali, berbagai masalah penerbangan termasuk soal besaran tarif. “Kita lihat saja nanti. Tentu kita akan bahas yang terbaik bagi maskapai, pemerintah dan masyarakat,” tandas Tengku.

Sebelumnya, Menhub EE Mangindaan menerangkan terkait keputusan kenaikan atau penyesuaian tarif batas atas untuk tiket penerbangan kelas ekonomi. Rencananya usulan kenaikan akan disetujui pada akhir 2014. “Pasti dinaikkan pada akhir tahun ini,” jelasnya di Jakarta.

Meski ada kenaikan, namun Mangindaan memandang besarannya harus diterapkan secara bertahap. Pemerintah perlu memperhatikan respons masyarakat jika tarif batas atas dinaikkan secara langsung. “Memang jangan terlalu tinggi kalau pun terpaksa bertahap 10% baru berikutnya nanti penumpang kaget, kalau naiknya langsung,” ujarnya.

Lampu hijau dari regulator untuk menaikkan tarif batas atas karena maskapai RI saat ini terkena dampak negatif melemahnya kurs rupiah terhadap dolar. Pasalnya mayoritas biaya di maskapai berbentuk valuta asing.

Menhub Mangindaan menolak permintaan atau usulan dari maskapai RI untuk menghapus tarif batas atas untuk rute-rute gemuk. Mangindaan beralasan pemerintah harus melindungi konsumen. Jika tarif batas untuk rute padat dihapus maka maskapai bisa saja memberi tarif terlalu tinggi sehingga memberatkan pengguna jasa angkutan udara. “Itu nggak boleh. Kalau dikasih tanpa batas, nanti penumpang komplain,” tandas Menhub.

Pemerintah akan memberi sanksi tegas kepada maskapai yang berani menaikkan harga tiket di atas tarif batas atas. “Ada sanksinya, ditegur dan sebagainya karena itu sudah peraturan,” tegas Menhub.(helmi)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari