Angkasa Pura 2

KM Sabuk Nusantara 35 Semakin Diminati Masyarakat Aceh

DermagaRabu, 10 September 2014
KM Sabuk Nusantara 35

MEULABOH (beritatrans.com) – Kapal perintis milik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) semakin diminati masyarakat Aceh, khususnya masyarakat yang tinggal di Meulaboh, Aceh Barat. Hal ini terbukti dari semakin meningkatnya jumlah penumpang kapal perintis yang mulai beroperasi sejak dua tahun lalu itu.

“Peminat masyarakat Meulaboh menggunakan kapal perintis KM Sabuk Nusantara 35 semakin tinggi,” kata Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Meulaboh, Yorialdi Irianto di Meulaboh, Aceh Barat, Rabu (10/9/2014).

Yori mengatakan, KM Sabuk Nusantara 35 tidak hanya mengemban misi menjadi jembatan laut untuk memindahkan orang dan barang di wilayah-wilayah terpencil di Aceh dan Sumatera, tetapi juga bertugas merekatkan nusantara demi kesatuan dan persatuan bangsa.

IMG_00000278

“Sejak pertama kali melayani masyarakat di provinsi paling barat Indonesia sekitar dua tahun lalu, KM Sabuk Nusantara 35 telah menjahit pulau-pulau terpencil di wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Yori.

Berdasarkan data KSOP Pelabuhan Meulaboh, sejak Januari hingga Agustus 2014, jumlah penumpang KM Sabuk Nusantara 35 mencapai 2.148 orang. Sedangkan jumlah penumpang selama tahun 2013 baru mencapai 1.532 orang. 

KM Sabuk Nusantara 35 melayani penumpang dari Meulaboh setiap 15 hari sekali. Sedangkan rute yang dilaluinya antara lain Pelabuhan Meulaboh, Sinabang, Calang, Malahayati, Singkil, Gunung Sitoli, Teluk Dalam, Sibolga, Nias, dan Teluk Bayur.

IMG_00000277_edit

Adapun harga tiket penumpang Meulaboh-Sinabang Rp50 ribu, Sinabang-Calang Rp75 ribu, Sinabang-Malahayati Rp100 ribu, Sinabang-Nias Rp100 ribu dan Sinabang-Padang Rp150 ribu.

“Sedangkan tiket sepeda motor Meulaboh-Sinabang Rp75 ribu,” katanya.

Pada kesempatan itu Yori juga mengaku yakin bahwa ke depannya potensi pertumbuhan tidak hanya terjadi kepada penumpang orang. Ia yakin pertumbuhan angkutan barang dari dan ke Pelabuhan Meulaboh juga akan semakin meningkat. Saat ini di Aceh Barat, termasuk Meulaboh sedang berkembang perkebunan kelapa sawit dan pertambangan batubara.

“Untuk saat ini kami baru bisa mengangkut sekitar 4.500 ton CPO milik PT Sucofindo dan 13.500 batubara per bulan,” kata Yori.

Ia berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah, termasuk pemerintah kabupaten Aceh Barat terus memberikan dukungan. Terutama dari sisi infrastruktur dan pengembangan potensi industri dan perdagangan.

“Sehingga geliat pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin besar yang pada akhirnya semakin banyak investor yang berminat menanamkan investasinya, termasuk investasi di bidang pelabuhan dan pelayaran,” tuturnya. (aliy)

loading...