Angkasa Pura 2

Target Pajak Meleset, Pembangunan Infrastruktur Terancam

KoridorRabu, 10 September 2014
Jalan-rusak-di-kab.-Bekasi

JAKARTA (beritatrans.com)–Target penerimaan pajak dalam APBNP 2014 kemungkinan besar tidak tercapai. Dari target yang ada, paling hanya bisa terpenuhi 80% atau paling besar 97% dan angka moderatnya 90%. “Implikasinya, dana untuk pembangunan berbagai proyek infrastruktur di Tanah Air juga terancam paling tidak berkurang. Pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, bandara dan lainnya bersumber dari pajak,” ujar Direktur Megawati Institut Arif Budimanta dalam diskusi di Jakarta, Rabu (10/9).

Oleh karena itu, menurut dia, perlu dilakukan optimalisasi penerimaan negara dari sumber-sumber yang lain seperti penerimaan bukan pajak (PNBP). Penerimaan negara dari sumber daya alam (SDA) dalam bentuk royalty, bonus tanda tangan kontrak kerja “migas” dan lainnya harus dioptimalkan. “Dengan begitu, ada penopang bagi pengeluaran negara terutama untuk membiayai proyek-proyek infarstuktur tidak sampai defisit,” jelas Arif.

Anggota Komisi XI DPR dari PDI Perjuangan itu optimis, jika PNBP dioptimalkan, korupsi diberantas dan sumber penerimaan lain terus digali dan dioptimalkan akan bisa membangun dengan lebih baik lagi. “Kita harus bekerja keras dan bersinergi dengan semua pihak untuk menutup defisit di APBN. Pembangunan infrastruktur dan SDM Indonesia harus lebih baik lagi,” papar Arif.

Buruknya infrastruktur di Indonesia ditambah dengan kualitas SDM yang rendah membuat pelayanan ke masyarakat terutama dunia usaha buruk dan mahal. “Biaya logistik di Indoesia sangat tinggi, antara 18% sampai 20%. Jauh diatas negara-negara Asean lainnya yangberada di kisaran 10-12% saja. Biaya ekonomi tinggi itu harus ditekan dan infrastruktur seperti jalan, jhembatan dan lainnya terus dibenahid an disempurnakan,” terang Arif.

Untuk membangun perekonomian Indonesia ke depan bukan pekerjaan mudah. Butuh kerja keras dan sinergi semua pihak terkait. Terutama untuk meningkatkan penerimaan negara guna membiayai pembangunan di Tanah Air. “Pembangunan hanya bisa dilakukan jika ada dana. Dan sumber dana yang paling besar dari pajak dan PNBP. Tantangan bagi kita, bagaimana menggenjot penerimaan negara itu,” tegas Arif.(helmi)

loading...