Angkasa Pura 2

DPP Pelra Harapkan Jokowi Perkuat Sektor Pendanaan

DermagaFriday, 12 September 2014

JAKARTA (beritatrans.com) – Pihak DPP Pelayaran Rakyat (Pelra) berharap kepada pemerintah Indonesia mendatang serius memberdayakan pelayaran rakyat. Mereka merupakan ujung tombak distribusi barang dan jasa bahkan sampai ke pelosok dan pelabuhan-pelabuhan kecil di daerah.

Kontribusi armada Pelra sangat nyata dan langsung menyentuh ke rakyat kecil bahkan di pelosok desa. Di sisi lain, pelaku usaha mengalami kesulitan likuiditas untuk pengembangan armadanya.

“Kita berharap memang bidang maritim ditingkatkan karena Indonesia negara kepulauan. Visi misinya Jokowi itu mendukung pengembangan armada pelayaran rakyat, mudah-mudahan implementasi bisa kita dapatkan,” ujar Ketua Umum DPP Perla Rahim Pahita di Jakarta, Kamis (11/9).

Menurutnya, Pelra ke depan berharap ada terutama masalah pendanaan. Misalnya mendapatkan kemudahan dari lembaga keuangan seperti bank. Masalah yang serius bagi pengusaha pelayaran rakyat adalah mnimnya pendanaan sehingga sulit mengembangkan armada baru.

“Agak susah pengadaan (kapal) hampir tidak ada. Kita armada dari kayu. Jadi pengadaan armada berhenti. Pertambahan armada tidak, malah kurang 50 persen sejak 3 tahun karena selain bahan bakunya, tapi pendanaan juga sudah berat. Karena dananya tinggi,” papar Rahim.

Oleh karena itu, jajaran pengusaha Pelra berharap pemerintah dan perbankan bisa membantu guna memperkuat pendanaan di sektor pelayaran rakyat. “Kami sulit mengembangkan usaha dan menambah kapal baru, karena modal kecil dan harga kapal juga mahal. Jadi, tidak terbeli,” terang Rahim.

Selain itu, hambatan lain yang dirasakan pengusaha kapal rakyat serta ABK di lapangan adalah banyaknya operasi-operasi di tengah laut. Dalam satu kali perjalanan, pemeriksaan kapal berulang kali dan dilakukan oleh aparat yang berbeda-beda pula. “Oleh karena itu, masalah birokrasi, pencegatan-pecegatan saat beroperasi juga diharap tidak ada lagi,” urai Dirut PT Muara Raya itu.(helmi)