Angkasa Pura 2

Kemenhub: 5 Bandara Siap Hadapi Asean Open Sky

BandaraSabtu, 13 September 2014
pesawat diDjuanda

JAKARTA (beritatrans.com)–Indonesia menyiapkan lima bandara utama menghadapi era pasar penerbangan bebas Asean (Asean open sky polecy) tahun mendatang. Bandara tersebut adalah Kuala Namu Medan, Soekarno-Hatta Tengerang Banten, Juanda Surabaya, Ngurah Rai Bali dan Hassanudin Makassar.

“Bandara kita sudah siap, terutama lima bandara utama tersebut. Kita akan buka dan semua maskapai asing bisa masuk dan melayani penerbangan kesana. Secara teknik mereka siap,” ujar Direktur Angkutan Udara Nasional Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI Djoko Morjanmodjo di Jakarta, kemarin.

Selama ini banyak maskapai asing yang melayani penerbangan ke Indonesia terutama lima bandara utama tersebut. “Maskapai asing bebas masuk kesana. Tapi, untuk terbang langsung dari kota ke kota lain di Tanah Air tidak bisa. Kita akan tetap melindungi maskapai domestik dan kepentingan nasional. Selama UU Penerbangan belum diamandemen, kebijakan kita tetap seperti itu,” kata Djoko lagi.

Diakui Djoko, bandara atau maskapai nasional tidak buruk-buruk amat. Artinya, kalau untuk bersaing di tingkat Asean, Indonesia optimis bisa tetap memenangkan persaingan. “Banyak bandara diperluas dan ditingkatkan fasilitas dan pelayanannya seperti Kuala Namu, Soekarno-Hatta, Ngurah Rai dan lainnya. Maskapai nasional juga kian kuat dan agresif membuka rute-rute international. Mereka itu sudah siap bermain di tingkat global,” papar dia.

Yang perlu dilakukan ke depan, menurut Djoko, adalah terus meningkatkan kualitas pelayanan, infrastruktur dan fasilitas yang ada. Semua fasilitas yang ada harus dijaga dan ditingkatkan kapasitasnya. Pelayanan juga terus diperbaiki demi kepuasan konsumen.

“Sebagai perusahaan jasa, kepuasan konsumen menjadi utama. Sebaliknya, betapapun baiknya fasilitas serta infrastruktur penerbangan nasional, jika pelayanan buruk jangan harap bisa bersaing dan merebut simpati konsumen. Itu kunci sukses jika kita mau memang diera global,” urai Djoko.(helmi)