Angkasa Pura 2

Cegah Pencemaran Laut Akibat Laju Perdagangan Dunia

DermagaMinggu, 14 September 2014
IMG_20140914_122550

JAKARTA (beritatrans.com)—Indonesia sebagai negara maritim mempuyai peran dan fungsi strategis dalam peta percaturan politik, ekonomi dan keamanan dunia. Indonesia bisa memanfaatkan keunggulan tersebut.

“Di sisi lain, negeri ini juga harus mengantisipasi dampak negatif seperti penecamaran di laut, aksi pencurian atau penyelundupan melalui laut dan berbagai tindak pidana laiunnya,“ ujar Kasubdit Pencegah Pencemaan dan Manajemen Keselamatan Kapal Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Sugeng Wibowo kepada beritatrans.com di Jakarta, Minggu (14/9).

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 17.000 pulau lebih. Transportasi dan perdagangan melalui laut trennya terus meningkat di Tanah Air. Dengan  pengangkutan melalui perairan baik laut maupun sungai di wilayah Indonesia tentu berpotensi mencemari dan atau merusak lingkungan hidup dilaut atau sungai yang disebut lingkungan maritim.

“Lingkungan itu merupakan hak dasar setiap manusia maka kelestarian lingkungan harus dijaga termasuk juga untk lingkungan maritim,“ kata Sugeng lagi.

Isu lingkungan terutama  pencemaran di laut sudah menjadi isu global termasuk Indonesia. Selain luas laut  Indonesia yang menjanjikan secara ekonomi, juga menyimpan potensi negatif yang besar.

“Pencemaran di laut sangat besar dan berpotensi mengancam Indonesia. Pencearan di luar wilayah  hukum Indoesia, karena terbawa arus atau angin di laut bisa masuk ke Indonesia. Kalau sudah begitu, negeri ini akan menanggung derita bahkan dikecam negara-negara lain di dunia,“ papar Sugeng.

Seperti diketahui, lanjut dia,  banyak perairan atau laut di luar negeri seperti Eropa maupun Amerika termasuk negara tetangga sangat bersih, enak dan nyaman dipandang.

 Sementara, banyak wilayah laut Indoensia sangat kotor termasuk oleh pemncemaran aki8bat kegiatan pengeboran minyak lepas pantai. Atau sampah masyarakat yang dibuang ke laut dan menyebar kemana-mana.

“Contoh kasus Teluk Jakarta kini tingkat pencemarannya cukup parah dan perlu segera ditanggulangi,“ pinta Sugeng.

Indonesia yang merupakan salah satu negara pantai bagian masyarakat internasional juga anggota IMO mempunyai kepentingan untuk membuat peraturan peraturan atau ketentuan guna melindungi atau meminimalisir setiap potensi pencemaran lingkungan maritime diwilayahnya akibat pengoperasian kapal ataupun adanya kecelakaan kapal. (helmi)