Angkasa Pura 2

Kemenhub: Lion Air dan PT KAI Sudah Ajukan Izin Bangun Bandara Pandeglang

BandaraMinggu, 14 September 2014
santoso edy2

JAKARTA (beritatrans.com)–Maskapai Lion Air sudah mengajukan izin resmi ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk membangun bandara di daerah Pandeglang, Banten. Maskapai swasta nasional itu akan menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memgembangkan bandara di ujung barat pulau Jawa itu.

“Iya betul (sudah mengajukan izin). Kini prosesnya tengah diteliti di Direktorat Bandara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub,” ujar Plt Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Santoso Edy Wibowo menjawab beritatrans.com di Jakarta, Sabtu (13/9/2014) petang.

Dikatakan, sebelum memberikan izin pembangunan bandara harus dicek semua, bagaimana kelayakan dan kelengkapan proyek tersebut. Jadi, bukan asal punya modal terus diberikan izin membangun bandara. Apa ada tumpang tindih lalu lintas penerbangan dengan Bandara Soekarno-Hatta atau bandara yang lainnya. Bandara baru nanti disesuaikan dengan akses keluar masuk bandara serta tidak bertentangan dengan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) baik daerah atau nasional.

“Jadi, izin tersebut jangan sampai diberikan sembarangan, sehingga tidak berpotensi memicu maalah baru di lapangan. Bandara tersebut juga harus melengkapi syarat-syarat teknis seperti izin amdal, izin teknis dan lannya. Semua itu tidak hanya selesai di Kemenhubm tapi juga instansi pemerintah terkait,” aku Santoso.

Saat ini, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten sudah padat. Perlu dipikirkan pembangunan bandara lain di dekat Jakarta. Bandara tersebut bisa dibangun di sisi barat atau timur Jakarta. “Selama syarat teknis terpenuhi, ada skim pendanaannya, tentu akan diizinkan. Tapi, izin itu harus tetap mengikuti proses yang ada,” papar Sekjen Kemenhub itu.

Jika proyek Bandara Pandeglang nanti bisa teralisir, tambah Santoso, harus dilengkapi dengan akses jalan darat, jalan kereta api (KA) dan lainnya.

“Yang pasti, akses keluar masuk bandara harus dipikirkan sejak awal. Jangan sampai bandara sudha jadi, tapi akses keluar masuk bandara tidak ada, sehingga proyek itu tak bisa digunakan juga,” tegas Santoso.(helmi)