Angkasa Pura 2

BBM Angkutan Laut Harus Segera Beralih ke LNG

DermagaSenin, 15 September 2014
beritatrans.com

JAKARTA (beritatrans.com) – Saat ini, penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai sudah tidak ekonomis dan efisien untuk bahan bakar kendaraan, termasuk angkutan laut. Pasalnya, harga BBM terus naik, karena semakin langkanya sumber minyak. Selain itu, gas buang atau emisi kendaraan yang menggunakan BBM, baik itu premium atau solar sudah pasti mencemari lingkungan, karena CO2 yang dihasilkannya.

“(Saya) sangat concern terkait masalah penggunaan fuel untuk kapal yang harus segera dikonversi ke LNG,” kata Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut (Dirlala) Kementerian Perhubungan, Harry Budiarto melalui keterangan tertulis yang diterima beritatrans.com di Jakarta, Senin (15/9/2014).

Harry mengatakan, masalah penggunaan BBM kapal, selain membuat biaya perasional semakin mahal, penggunaan BBM bisa membuat pengeluaran perusahaan pelayaran untuk belanja BBM mencapai 70 persen.

“Sehingga apabila BBM naik atau BBM subsidi dicabut, perusahaan pelayaran bisa kolaps. Kita perlu bantu cari solusi untuk keluar dari masalah ini,” katanya.

Menurut Harry, di negara-negara Eropa, kapal-kapal yang berlayar sudah mengganti bahan bakarnya ke gas. Jadi, sudah tidak ada lagi yang menggunakan BBM.

“Sekarang memang sudah eranya bahan bakar gas. Jika negara kita tidak segera mengkonversikan bahan bakar kapal ke gas, bisa dipastikan kapal-kapal kita akan diberhentikan, jika melintasi perairan negara Eropa, karena dianggap mencemari lingkungan mereka,” tuturnya.(aliy)

loading...