Angkasa Pura 2

Lion Air Ajukan Izin Bangun Jaringan KA ke Bandara Pandeglang

EmplasemenSelasa, 16 September 2014
hermanto dwiatmoko

JAKARTA (beritatrans.com) – Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko mengakui, PT Lion Mentari Air sudah mengajukan izin untuk membangun jaringan kereta api (KA) ke lokasi Bandara Pandeglang Banten. “Dirut Lion Air, Pak Rusdi Kiana sudah ke kantor dan mengajukan izin pembangunan jaringan rel ke lokasi Bandara Pandeglang. Kini, izin itu masih dalam proses dan verifikasi dari tim kami,” ujar Hermanto kepada beritratrans.com di Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, sindikasi PT Lion Air dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan membangun Bandara Pandeglang Banten. Untuk itu, keduanya akan membangun jaringan KA ke lokasi bandara baru nanti. “Mereka akan membangun track baru sepanjang 5 km dari stasiun terdekat. Ke depan, akses Bandara Pandeglang Banten tidak hanya mengandalkan jalan darat, tapi juga jalur KA,” kata dia.

Sayang, Herrmanto tak menyebutkan berapa kebutuhan dana yang disiapkan untuk membangun proyek KA tersebut. “Kalau kebutuhan dana investasi yang disiapkan, itu urusan dapur mereka (Lion Air dan KAI). Itu hak mereka,” tukas dia.

Yang pasti, untuk membangun jaringan KA single track dibutuhkan dana Rp20 miliar per km ruas jalan. “Itu kebutuhan rata-rata, bisa naik atau turun. Untuk track yang normal, kebutuhan dana pembangunan track KA sebesar itu. Tapi, harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” kata Hermanto.

Ditambahkan, untuk saat ini moda KA paling irit bahan bakar minyak BBM) dibanding moda lain seperti moda darat, laut atau udara. Konsumsi BBM KA jauh lebih kecil dan mampu mengangkut dengan kapasitas jauh lebih besar. “Menggunakan moda KA selain hemat BBM juga menghemat anggaran perawatan jalan darat. Ditambah lagi bebas kemacetan, sehingga waktu tempuh lebih pasti,” tegas Hermanaato lagi.(helmi)

loading...