Angkasa Pura 2

KA Kommuter Segera Layani Warga Kota Semarang

EmplasemenSabtu, 20 September 2014
ka kommuterSMG

SEMARANG (beritatrans.com)–Layanan kereta api (KA) Kommuter makin luas di Tanah Air. Setelah sukses mengoperasikan KA Kommuter di Jabodetabek, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperluas layanan serupa di Kota Semarang Jawa Tengah. KAI Daerah Operasi IV Semarang segera mengoperasikan kereta komuter rute Kendal-Purwodadi, Jawa Tengah, pada 28 September 2014 mendatang.

Kahumas KAI Daerah Operasi Semarang Suprapto mengatakan, tarif kereta komuter ini Rp 15 ribu. “Kami sedang meminta masukan untuk nama kereta komuter ini. Kereta komuter Kendal-Purwodadi akan menempuh rute Weleri-Kaliwungu-Mangkang-Semarang Poncol-Alastua-Brumbung-Gubug,” katanya seperti dikutip tempo di Semarang, Rabu (17/9).

Dikatakan, dalam setiap rangkaian ada empat gerbong kereta diesel dengan daya angkut 184 penumpang. Dalam sehari, kereta komuter ini menempuh empat kali perjalanan pulang-pergi. Layanan kereta komuter ini menghubungkan kawasan pinggiran dengan pusat Kota Semarang.

Menurut Suprapto, ini adalah layanan pertama sejak rute tersebut ditutup setelah zaman kolonial Belanda. Suprapto yakin kereta komuter ini akan menarik minat warga pinggir kota yang bekerja di Semarang. “Layanan ini menjadi sinergi dengan upaya pemerintah untuk mengurangi kemacetan di Semarang,” ujarnya.

Pakar transportasi Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, menilai kereta komuter ini bisa mengurangi kemacetan saat jam sibuk di Semarang. Namun, tarif kereta sebesar Rp15 ribu itu tergolong mahal untuk ukuran Semarang. “Seharusnya pemerintah memberikan subsidi. Tarif yang mahal tidak akan menarik minat publik untuk meninggalkan kendaraan pribadi,” katanya menjawab beritatrans, di Jakarta.

Moda KA sangat hemat BBM, bersih serta bebas macet. Dengan adanya layanna KA Kommuter tersbut, diharapkan kamecaten di jalan rya khususnya di Kota Semarang dan sekitarnya menjadi berkurang. “Jika layanan angkutan umum seperti KA ada, warga masyarakat yang biasa menggunakan kendaraan pribadi diharapkan mau beralih ke kendaraan umum khususnya KA Kommuter tersebut. Keacetan jalan berkurang dan biaya perawatan jalan raya juga lebih kecil dan murah,” tegas Djoko.(helmi)

loading...