Angkasa Pura 2

Kapal Pelra Bisa Angkut Wisatawan, Asal…

DermagaSenin, 22 September 2014
wisman pinishi

JAKARTA (beritatrans.com)–Banyak pengusaha dan awak kapal-kapal kayu anggota Pelayaran Rakyat (Pelra) di Tanah Air mulai berganti haluan. Mereka tidak lagi fokus mengangkut kayu, sembako atau bahan bangunan ke berbagai daerah di Indonesia. Wisatawan juga mulai melirik menjelajah nusantara dengan kapal-kapal pinishi yang terbuat dari kayu.

“Ada nuansa dan potensi muatan baru untuk kapal-kapal Pelra. Wisatawan mulai melirik moda angkutan kapal kayu pinishi seperti di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) bahkan di Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta Utara,” kata Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Capt.Bobby R.Mamahit menjawab beritatrans.com di Jakarta, Minggu (21/9).

Dikatakan, mulai masuknya wisatawan ke kapal-kapal Pelra menjadi harapan tersendiri bagi pengusaha kapal serta awak buah kapal (ABK) yang di lapangan. “Masalahnya sekarang, tidak semua kapal-kapal kayu milik Pelra bagus dan memenuhi aturan kelaikan kapal dan keselamatan pelayaran. Masalah ini yang perlu diperhatikan,” pinta Dirjen.

Kapal kayu anggota Pelra boleh saja mengangkut penumpang termasuk wisatawan lokal atau asing di Indonesia. Tapi, harus dipastikan kapal tersebut amand an laik laut. “Jadi, kalau kapal tersebut digunakan untuk mengangkut wisatawan ada jaminan keselamatan yang tinggi. Meski kapal-kapal Pelra tak boleh mengabaikan keselamatan. Apalagi sampai membawa wisatawan asing,” papar Bobby.

Sebelumnya ada kapal Pelra yang mengangkut wisatawan yang mengalami kecelakaan karena dihantam omak dan badai di daerah NTB. Kasus tersebut tidak boleh terulang kembali. “Kapal Pelra yang dioperasikan harus memenuhi syarat keselamatan. ABK yang mengoparasikan juga taat asas sehingga tidak memicu kecelakaan di tengah laut,” tegas mantan nakhoda itu.(helmi)