Angkasa Pura 2

Pusdikif TNI AD Tak Hanya Mendidik Tentara Tapi Juga Taruna Sipil

SDMRabu, 24 September 2014
tommy-bambang-asroo

BANDUNG (beritatrans.com) – Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) TNI AD berada di Cipatat, Kecamatan Cipapat, Kabupaten Bandung Barat. Pusdikif merupakan pusat pendidikan kecabangan di TNI AD untuk calon infanteri.Tapi juga mendidik taruna sipil seperti STTD, STPI, STIP bahkan IPDN Jatingangor Bandung.

“Semua prajurit TNI AD termasuk almuni Akademi Militer Nasional (AMN) Magelang jika masuk infanteri harus mengikuti pendidikan kecabangan di Pusdikif ini. Disinilah cikap bakal prajurit infanteri tangguh dididik dan dilatih,” ujar Wadan Pusat Persenjataan Infanteri (Pussenif) TNI Brigjen Tnf.Asro Budi, saat mendampingi Wamenhub Bambang Susantono dan Kepala BPSDM Perhubungan Wahyu Satrio Utomo meninjau fasilitas dan kelengkapan pendidikan di Pusdikif, Cipatat Bandung, Selasa (23/9).

Pusdikif dibangun oleh Komando Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) Mabes TNI AD. Bumi Infanteri di Cipatat itu dibangun sejak awal tahun 1990-an. Menempati lahan seluas 217.2419 ha, yang meliputi area l seluas 187.7740 ha, area II seluas 20.0216 ha dan area III seluas 6.4426 ha. Panjang ruas jalan keliling kompleks mencapai 13.174 meter dan khusus jalan area I sepanjang 9.150 meter.

“Tahun 1994 mulai dibangun dan tahun 1997 menerima siswa pendidikan kecabangan infantri yang pertama dari TNI. Sejak saat itulah Pusdikif terus menata diri dan menambah fasilitas dan SDM yang dibutuhkan.Sampai saat ini sudah ribuan siswa berhasil dididik dan tersebar di seluruh Indonesia,” urai Asro.

Pusdikif dikelola dan ditangani personel TNI AD dari berbagai level kepangkatan. Mulai tamtama, bintara sampai perwira tinggi TNI. Mereka mempunyai berbagai latar belakang keilmuan, baik teknis kemiliteran, olah raga, sampai psikologi sosial, komunikasi massa dan lainnya. “Dalam satu waktu, Pusdikif bisa mendidik beberapa kelas baik dari sipil atau TNI,” papar pati TNI AD itu.

Kapasitas total Pusdikif saat ini mampu menampung 2.000 siswa baik dari TNI AD atau lembaga lain yang mengirimkan siswanya untuk pendidikan dan pembentukan karakter dasar di Pusdikif. “Banyak lembaga seperti IPDN Bandung dan sekarang BPSDM Perhubungan bekerja sama dan mengirimkan siswanya untuk dididik di Pusdikif. Jadi, lembaga ini bukan hanya mendidik dan mempersipkan calon prajurit yang tangguh. Banyak taruna atau siswa sipil yang belajar di Pusdikif,” kata Asro lagi.

Berbagai fasilitas pendidkan seperti ruang kelas, alat peraga, lapangan untuk parktek bahkan kelas alam tersedia di Pusdikif. Dalam satu waktu, lembaga ini bisa menampung dan mendidik antara 2.000-2.500 siswa.

“Sedangkan jumlah instruktur dan tenaga pendidik tersedia, dengan ratio 1;10 siswa. Jadi, kalau taruna dari BPSDM ada 1.400 orang, maka butuh intsruktur sekitar 150 orang. Semua ada sesuai jenjang kepangkatan dan keahlian masing-masing.” papar Asro.

taruna pusdikif

Kasie Operasional Pendidikan Pusdikif Mayor Inf.Arianto Maskare menambahkan, selama ini banyak lembaga sipil yang mengirimkan siswanya untuk belajar di Pusdikif. Mereka itu kebanyakan taruna sekolah kedinasan berbagai kementerian dan lembaga di Indonesia.

“Untuk pembentukan sikap dasar dan karakter mereka, seperti Taruna Transportasi bisa dididik di Pusdikif. Materi,program pendidikan dan latihan termasuk para instruktur sudah disiapkan. Jika butuh materi tambahan, bisa dibahas bersama antara Pusdikif dengan para klien,” kata Arianto.

“Kamarin kita menerima siswa dari IPDN sebanyak 2.000 orang. Kini, kita menangani siswa dari BPSDM Perhubungan sebanyak 1.400 orang. Selain itu, ada beberapa kelas siswa yang mengikuti pendidian kecabangan dari TNI di seluruh Tanah Air. Selama fasiltas dan SDM kita masih mampu, Pusdikif bisa menerima siswa belajar disini,” tegas Arianto.(helmi)