Angkasa Pura 2

Zulmafendi: TPA Paling Berat Dalam Seleksi Taruna STTD

SDMRabu, 24 September 2014
zulmaefendi sttd

BANDUNG (beritatrans.com) – Ketua Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Zulfmaefendi mengatakan, test potensi akademik (TPA) paling berat dan banyak membuat pendaftar calon taruna di STTD yang gugur. Selanjutnya, mereka juga harus lulus test kesehatan serta sikap dan mental.

“Banyak calon taruna yang gagal dalam test TPA. Dari sekitar 5.000 pendaftar pada tahun ajaran 2014, hanya 1.800 yang lolos. Kemudian jumlahnya makin menyusut dalam test kesehatan dan berkurang lagi menjadi 150 orang saat test sikap mental. Mereka ituah yang kini belajar di STTD dan ikut diklat pembentukan karakter di Pusdikif ini,” ujar Zul, sapaan akrab dia kepada beritatrans.com Bumi Infanteri Pusdikif Cipatat Bandung, (23/9).

Untuk diterima menjadi taruna STTD bukan perkara mudah. Harus memenuhi kualifikasi test akademik atau kemampuan intelektual, juga harus mempunyai kesehatan serta sikap mental yang bagus. “Jadi, taruna yang diterima di STTD dan kini mengikuti pendidikan di kampus Bekasi dipastikan adalah putra terbaik di Indonesia,” kata dia.

Rendahnya calon taruna yang gagal di TPA sekaligus menjadi masukan bagi pengelolsa sekolah lanjutan atas baik SMA/SMK atau MA di Tanah Air. Kemampuan akademik para siswa mereka harus terus diasah dan ditingkatkan. Banyak peserta test yang gugur di TPA mengindikasikan kualitas pendidikan mereka masih peru ditingkatkan. “Kalau melihat hasil test TPA, paling banyak yang gugur. Mereka tidak memenuhi standar nilai yang ditetapkan panitia,” aku pajabat BPSDM Perhubungan itu.

taruna pusdikiffff

Taruna transportasi adalah calon pelayanan masyarakat yang andal, ramah dan profesional. Mereka harus dipilih dari putra-putri Indonesia yang terbaik. “Mereka yang lolos masuk STTD setidaknya lolos tiga jenis test, yaitu test TPA, test kesehatan dan lulus uji sikap mental sebagai calon taruna,” urai Zul lagi

Mulai tahun ajaran 2014, STTD Bekasi menerima taruna beasiswa dari seluruh Indonesia. Mereka dibiayai daerah terutama untuk mengisi formasi pejabat-pejabat Dinas Perhubungan di daerah. Memang mereka yang membiayai. Tapi, proses seleksinya tetap STTD yang lakukan dan itu dijamin independen,” tegas Zul lagi.(helmi)