Angkasa Pura 2

Richard Branson Izinkan Pegawai Virgin Libur Seenaknya

FigurSenin, 29 September 2014
First V Australia Flight Leaves Sydney Airport

JAKARTA (beritatrans.com) _ Pengusaha kaya berstatus miliuner, Richard Branson baru-baru ini membuat gembira para karyawannya di Virgin Group. Karyawan bisa libur kapan saja dan terserah berapa lamanya. Karyawan di Virgin Group mendapatkan jatah liburan tidak terbatas, termasuk di perusahaan penerbangan Virgin Atlantic Airways.

Ketentuan baru itu untuk tahap pertama berlaku bagi pegawai yang bekerja di kantor pusat Virgin di New York, London, Jenewa, atau Sydney.

Untuk sekarang, kebijakan libur baru ini berlaku untuk 160 pegawai. Branson mengatakan, seluruh kantor Virgin bisa menerapkan aturan libur bebas ini, bila percobaan pada 160 pegawai berhasil.

“Ambil libur kapan saja kami mau. Liburlah selama yang kamu inginkan. Kami tidak akan mengecek berapa lama anda libur,” ujar Branson seperti dilansir dari CNN, kemarin.

Virgin memiliki 400 anak perusahaan, seperti Virgin Galactic dan Virgin America. Jumlah total pegawainya adalah 40 ribu orang. Branson mengatakan, dirinya terinspirasi dari Netflix, perusahaan teknologi yang memberikan liburan bebas kepada para pegawainya.

“Perlakukan orang seperti manusia, berikan mereka fleksibilitas dan saya kira mereka tidak akan seenaknya. Mereka akan menyelesaikan pekerjaan mereka,” kata Branson.

Miliuner Meksiko Carlos Slim, yang merupakan orang terkaya dunia, hanya meminta pegawainya kerja 3 hari seminggu. Namun, selama hari kerja, pegawai harus bekerja 11 jam dan masa kerja sampai umur 70 atau 75 tahun. Isu soal kebijakan jam kerja dan liburan tengah jadi perbincangan hangat di seluruh dunia. Negara-negara Eropa lebih ringan memberikan batas waktu kerja ke pegawainya dibandingkan Amerika Serikat. (korrie).

loading...