Angkasa Pura 2

Fungsikan Jembatan Timbang

Kendaraan Melebihi Tonase Bebas Melintas Pantura

KoridorSelasa, 30 September 2014
kedraan bertt

TEGAL (beritatrans.com) – Ruas jalan pantai utara (pantura) Jawa dan wilayah lain di Indonesia dikenal cepat rusak. Pembangunan infrastruktur jalan biasanya di fokusnya menjelang ritual arus mudik Lebaran. Tapi, bukan berarti di waktu yang lain tak dilakukan perawatan jalan tersebut.

Jalan terus dibangun atau diperbaiki namun cepat rusak pula. Tonase kendaraan yang melintas di atasnya harus diawasi. Kendaraan yang overload atau melebihi kapasitas jalan dituding sebagai salah satu penyebab kerusakan jalan. Tentu saja ada banyak penyebab kerusakan jalan itu, seperti pembangunan jalan yang tidak memenuhi spek sehingga usia teknis jalan makin pendek. Ada pula kerusakan karena faktor alam seperti hujan dan banjir atau lainnya.

Pantauan beritatrans di sepanjang jalur pantura Jawa Barat dan Jawa Tengah, Minggu (28/9) sangat banyak kendaraan umum khususnya angkutan barang yang melebihi tonase. Truck yang mengangkut batu atau matrial bangunan lainnya, sampai melebihi kapasitas bak bebas melintas di pantura. Hampir dipastikan, kendaraan tersebut melebihi tonase jalan. Tak pelak jika jalan di sepanjang pantura cepat rusak melebihi usia teknisnya.

Di sisi lain, jembatan timbang yang dibangun pemerintah sebut saja di Patok Besi Jawa Barat dan Batang Jawa Tengah tidak difungsikan dengan baik. Mereka itu harus difungsikan dengan baik sehingga bisa menjadi filter agar kenadaan yang melebihi tonase tidak melintas sembarangan.

macet pantura

Jembatan timbang kini pengelolaanya sudah dilimpahkan ke daerah, dalam hal ini Dinas Perhubungan. Jadikan jembatan timbang sebagai filter untuk menjaga dan mengawasi kendaraan yang melintas di jalan raya tidak memenuhi tonase jalan. Jembatan timbang bukan instrumen untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Faktor pengawasan dan perawatan jalan harus menjadi tujuan kerja SDM yang menjadi operataor jembatan timbang.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sempat marah-marah saat inspeksi mendadak (sidak) ke jembatan timbang di daerah Batang. Saat itulah, oknum jembatan timbung justru menjadikan modus untuk korupsi atau menerima upeti dari pengguna jalan. Sementara, muatan yang meraka bawa tak pernah “tersentuh” meski diketahui melebihi tonase yang diizikan di jalan yang bersangkutan.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Suroyo Alimeso mengatakan, Pemda sebagai operator jembatan timbang harus menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. “Yaitu mengawasi dan mengontrol semua kendaraan yang melintas di jalan umum tidak melebihi tonase yang ditentukan. Dengan begitu, tingkat kerusakan jalan bisa ditekan. Ingan jalan itu dibangun dengan pajak yang dibayarkan rakyat,” tegas dia.(helmi).

loading...