Angkasa Pura 2

Lalulintas di Pantura Macet, Ekasari Lorena: Hanya Tuhan Yang Tahu

KoridorSelasa, 30 September 2014
Ekasari Organda

JAKARTA (beritatrans.com) – Sepanjang jalur pantai utara Jawa (pantura) dari Jawa Baratm Jawa Tengah sampai Jawa Timur jalannya sangat padat. Arus dan volume kendaraan sangat tinggi dan kondisi jalan rusak serta rawan kemacetan.

“Hanya Tuhan yang tahu, kapan dan dimana jalur pantura Jawa macet,” cetus Ketua DPP Organda Ekasari Lorena saat dihubungi beritatrans.com di Jakarta, kemarin.

Ditambahkan, volume kendaraan terutama angkutan jalan raya di Jawa 70% masih bertumpu di jalur pantura. Bisa dibayangkan, dalam kondisi tertentu seperti puncak arus mudik, menjelang liburan sekolah atau hari keagamaan tertentu seperti Idul Adha dan lainnya, ruas jalan pantura rawan macet.

“Kalau jalan pantura itu macet bukan berita. Hampir setiap hari tiada hari tanpa kemacetan di Pantura,” papar Eka lagi.
H.Fauzi HS, anggota Organda lainnya menambahkan, akibat tingginya frekuensi kemacetan di jalur pantura membuat pengusaha angkutan darat harus menyiapkan biaya ekstra, terutama untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) khususnya solar.

“Kalau jalan macet, pasti kebutuhan solar akan membengkak. Waktu tempuh menjadi lama dan itu berdampak langsung pada produktivitas setiap perusahaan angkutan,” kata dia.

Dikatakan, dalam kondisi normal, waktu tempuh bus AKAP dari Jakarta-Solo bisa ditempuh dalam waktu 16 jam. Itu ukuran normal untuk kondisi sekarang. Beberapa hari belakangan, sejalan dengan proses betonisasi di ruas jalan pantura Jawa Barat dan Jawa Tengah, waktu tempuh bus AKAP lebih lama lagi.

Padahal, saat tahun 1980-an dulu, Jakarta-Solo bisa ditempuh dalam 12 jam bahkan kurang dari itu. “Kalau jalanan pantura macet, maka waktu tempuh kendaraan menjadi berlipat-lipat. Bisa samai 24 jam lebih untuk sampai Solo,” papar bos PO Safari itu.(helmi)

loading...