Angkasa Pura 2

KPPU Kaji Harga Avtur Pertamina Lebih Mahal Ketimbang Singapura dan Malaysia

KokpitRabu, 1 Oktober 2014
IMG_20140609_093816_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Komisi Persaingan Pengawasan Usaha (KPPU) mengkaji harga bahan bakar pesawat (avtur) yang dinilai terlalu mahal. Harga jual avtur milik PT Pertamina dibanding negara lain seperti Singapura dan Malaysia lebih mahal 10 persen.

“Sedang kita kaji apakah mahalnya avtur karena perilaku monopoli atau bukan, karena secara faktual memang saat ini hanya Pertamina yang menjual avtur di Indonesia,” kata Plt Deputi Pencegahan KPPU Taufik Ahmad dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (29/9).

Sebelumnya Pertamina mengatakan mahalnya harga avtur disebabkan tingginya biaya operasional termasuk transportasi dari refinery ke bandara, pajak ke BPH Migas dan bea konsesi ke bandara.

“Kalau terkait infrastruktur, harusnya ini bisa digunakan secara bersamaan karena menyangkut essential facility, terkait pajak BPH sudah menjelaskan itu merupakan pajak umum yang dikenakan pada tiap produk energi,” katanya seperti tirilis beritasatu.

Sementara terkait fee konsesi yang diterapkan pengelola bandara, Taufik mengatakan hal tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Sudah sesuai dengan regulasi yang mengatur bea konsesi pelabuhan maupun bandara dimana ada pemisahan antara regulator dan operator,” katanya.

Lebih lanjut, KPPU tengah meminta keterangan dari beberapa perwakilan maskapai yang berada di dalam Indonesia National Air Carriers Association dan PT Pertamina serta BPH Migas terkait ada tidaknya indikasi monopoli avtur oleh Pertamina. (ani).

loading...