Angkasa Pura 2

Organda Menolak Kenaikan Harga BBM untuk Angkutan Umum

KoridorKamis, 2 Oktober 2014
IMG_00000401

JAKARTA (beritatrans.com) – Organisasi Angkutan Darat (Organda) menolak rencana pemerintah sekarang maupun yang akan datang menaikan harga BBM untuk angkutan umum penumpang dan barang. Alasannya, angkutan umum masih membutuhkan BBM bersubsidi. Sehingga dapat meringankan beban biaya operasional kendaraan.

“Suku cadang dan harga kendaraan juga telah mengalami kenaikan sebesar antara 10 hingga 15 persen,” kata Ketua Umum DPP Organda Eka Sari Lorena Soerbakti di Jakarta, Kamis (2/10/2014).

Organda juga beralasan, saat ini load factor angkutan umum hanya tinggal 45 sampai 50 persen. Sehingga penerimaan operator tidak dapat mencukupi untuk menutup biaya operasional dan investasi.

“Jadi menaikan tarif angkutan umum tidak menjadi opsi Organda bila pemerintah tetap menaikan harga BBM,” kata Eka Sari yang didampingi Sekjen DPP Organda Andriansyah beserta seluruh Korwil Organda di Indonesia.

Pada kesempatan itu Organda juga meminta agar pemerintah menindak tegas angkutan barang yang bermuatan lebih atau over loading. Juga mendorong agar angkutan barang memuat sesuai jumlah beban yang diizinkan dan muatan sumbu terberat sesuai kelas jalan seperti diatur dalam UU.

“Kami juga berharap agar Perda-Perda yang memberikan dispensasi kelebihan muatan dan berat barang yang diangkut dihapus. Sehingga Organda tidak selalu disalahkan ketika terjadinya kerusakan jalan raya,” kata Sekjen DPP Organda Andriansyah.

Organda juga meminta agar pemerintah, terutama penegak hukum untuk melakukan pengawasan dan Penindakan secara konsisten terhadap angkutan umum ilegal atau kendaraan berplat hitam yang digunakan sebagai angkutan umum. (aliy)