Angkasa Pura 2

Tak Hanya Profesional, Andal dan Beretika, Taruna Transportasi Juga Harus Cinta Tanah Air

SDMThursday, 2 October 2014

JAKARTA (beritatrans.com) – Program terpadu pembentukan dan pembangunan karakter taruna lembaga pendidikan di lingkungan BPSDM Perhubungan bertujuan memproduksi perwira transportasi profesional, andal dan beretika.

“Program yang kali pertama digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSMP) Kementerian Perhubungan tersebut merupakan awal dari proses pendidikan sebelum taruna secara reguler dididik di kampus masing-masing,” ungkap Kepala BPSDMP, Wahyu Satrio Utomo kepada beritatrans.com, Kamis (2/10/2014) malam.

Program yang diikuti 1.400 taruna baru itu, dia menjelaskan memiliki empat tujuan. Pertama, taruna memiliki karakter dasar secara individu, termasuk kedisiplinan, mental, fisik prima dan memiliki kemampuan dalam kesemaptaan. Orientasi kepada sasaran taruna mampu me-manage dirinya sendiri.

“Dalam. Kaitan ini, taruna diharapkan antara lain memiliki kemampuan untuk mengelola dengan baik sikap dan perilakunya. Mereke disiplin dalam berbagai hal, contohnya tahu waktu kapan harus belajar, kapan mesti beribadah dan sebagainya,” jelas pejabat yang akrab dipanggil Pak Tommy itu.

Taruna juga diharapkan dapat mengelola hubungan dengan orang lain atau masyarakat. Mampu mengelola hubungan dengan lembaga tempat dia dididik dan bekerja. Lalu mampu mengelola hubungan dengan Sang Maha Pencipta. “Hubungan dengan Tuhan ini menjadi pertama dan utama, sekaligus menjadi orientasi yang agung,” tuturnya.

Tujuan kedua, dia mengutarakan pembentukan dan pembangunan karakter itu akan menghindarkan bahkan menghilangkan ekses kekerasan di dalam kampus. “Peristiwa kekerasan biasanya lahir karena kesalnya senior melihat sikap taruna yunior, atau kecewa karena taruna yunior tidak cepat memahami hal-hal menyangkut kesemaptaan, misalnya dalam hal baris-berbaris,” ungkap Tommy.

Tujuan ketiga, taruna memahami perihal keterpaduan. Sebagai ahli dalam transportasi dapat memahami persoalan-persoalan dalam transportasi hanya bisa diselesaikan dengan kerja tim secara terpadu.

Tujuan keemapt, Kepala BPSDMP mengemukakan yakni ditanamkannya cinta tanah air. Dalam konteks ini, ditanamkan pemahaman bahwa taruna merupakan anak-anak bangsa dan dididik dengan biaya sangat besar yang disediakan negara melalui APBN.

“Mereka mendapat pin sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Mereka juga mendapat pin taruna transportasi. Kedua pin itu wajib disematkan di baju seragam. Kedua pin ini baru diadakan pada taruna baru tahun ini,” ungkapnya.

TIAP TAHUN
Program pembangunan karakter tersebut, Wahyu Satrio Utomo mengungkapkan diprogramkan diselenggarakan setiap tahun dan diikuti oleh taruna baru seluruh lembaga pendidikan di lingkungan BPSDMP.

“Karena setiap tahun ada sekitar 2.900 taruna maka penyelenggaraannya dibagi menjadi dua wilayah. Untuk barat, tetap diselenggarakan di Pusdikif TNI AD, Cipatat, Bandung. Sedangkan wilayah timur, kemungkinan digelar di Makassar,” ujarnya.

Selain itu, dia mengutarakan periode waktunya juga diperpanjang. Tahun ini, sebagai pilot project digelar hanya 10 hari. Untuk tahun-tahun mendatang dilaksanakan selama satu bulan. (awe).