Angkasa Pura 2

Dukung Konsep Tol Laut

Bangun Kawasan Industri di Daerah Terdepan Indonesia

DermagaJumat, 3 Oktober 2014
Masela Saumlaki

JAKARTA (beritatrans.com) – Pemerintah Indonesia sebaiknya membangun kawasan industri baru di daerah terdepan kepulauan nusantara. Proyek itu cukup signifikan dan strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan, sekaligus mendukung konsep Tol Laut yang digagas Presiden Indonesia terpilih Joko Widodo (Jokowi).

“Daerah-daerah terdepan seperti Natuna Kepulauan Riau, Saumlaki Maluku, Sorong atau Biak Papua layak dibangun kawasan industri sebagai sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru. Banyak bahan baku seperti tambang, hasil pertanian dan periknan yang bisa diolah dan dikembangkan di daerah terdepan itu,” ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Harry Boediarto di Jakarta, Jumat (3/10/2014).

Konsep Tol Laut harus ada trayek kapal besar yang melayani rute utama dari ujung barat sampai timur Indonesia. Selain itu, ada kapal yang dioperasikan sekaligus tersedia pangsa muatan atau komoditas yang diangkut. “Oleh karenanya, perlu menciptaka sentra-sentra pertumbuhan baru. Daerah terluar seperti Saumlaki misalnya, dekat dengan sumber gas di Lapangan Masela, di Laut Timor. Sorong dan Biak juga dekat sumber gas Tangguh, di Teluk Bintuni Papua,” kata Harry.

Lapangan gas lepas pantai itu bisa dimanfaatkan untuk membangun kawasan industri di dekatnya. Paling tidak dukungan energi gas cukup, dan banyak potensi usaha yang bisa dikembangkan disana. Bisa industri perikanan, rumput laut, pertambangan dan lainnya. Selain itu juga didukung pelabuhan dan bandara yang baik dan representatif. Baru kapal besar bisa masuk dan mendukung pengembangan satu daerah.

“Kita kita mengacu pada kasus gas Arum yang kemudian memicu pengembangan kota Lhoksumawe, Bontang juga menjadi kawasan industri maju berbasis migas di Kalimantan Utara itu,” kata Harry.

Jika ada industri baru yang memicu pertumbuhan ekonomi, pangsa muatan akan tersedia. Dengan begitu, kelangsungan trayek kapal besar yang melayani rute barat sampai timur Indonesia akan terjaga. “Kapal besar hanya mau singgah jika ada kepastian pangsa muatan. Ini yang harus disiapkan, baik oleh pemeirntah pusat, pemerintah daerah serta dunia usaha nasional,” terang Harry.

Peluang untuk membuka sentra pertumbuhan baru di daerah terdepan kepulauan Indonesia harus dipercepat. Setiap daerah memiliki potensi dan keunggulan masing-masing. “Masalahnya sekarang, butuh kesungguhan dan kerja keras pemimpin Indonesia untuk mewujdukan ide besar tersebut,” tegas pejabat Kemenhub itu.(helmi)

loading...