Angkasa Pura 2

PKTJ Tegal: Didik dan Persiapkan SDM bidang Keselamatan

SDMJumat, 3 Oktober 2014
Ketua PKTJ

JAKARTA (beritatrans.com) – Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal, Jawa Tengah fokus mendidik dan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) andal di bidang keselamatan. Kampus ini mulai berdiri tahun 1971 dan tahun ajaran 2014, PKTJ membuka program D-III bidang keselamatan transportasi jalan.

“Sampai kini alumni sudah mencapai ribuan orang. Mereka mempunyai kompetensi khusus di bidang keselamatan transportasi jalan,” ujar Direktur PKTJ Yudi Karyanto kepada beritatrans.com di Jakarta, kemarin.

Beberapa alumni PKTJ menjadi petinggi Kemenhub pernah mengenyam pendidikan di kampus Tegal ini. Mereka antara lain, Iskandar Abubakar, mantan Dirjen Perhubungan Darat. Anton Tampubolon, mantan Direktur LLAJ dan kini menjadi Kapusdiklat Perhubungan Darat, Sugihardjo Staf Ahli Menteri Perhubungan RI dan lainnya.

Hampir semua pejabat teknis di moda transportasi darat baik di pusat atau daerah pernah mengenyam pendidikan di PKTJ. Kampus di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan ini memang menjadi kawah candradimuka bagi insan keselamatan transportasi jalan.

tommy taruna sttd

Dikatakan Yudi, pola dan sistem pendidikan di PKTJ terus disempurnakan. PKTJ mulai membuka pogram studi di tingkat D-III, dengan harapan mampu menghasilkan peserta didik yang andal dan pilih tanding di bidang transportasi jalan.

Tahun ajaran 2014, PKTJ menerima 120 taruna taruni. Para taruna dan taruni baru PKTJ mengkuti Masa Dasar Pembentukan Karakter Taruna Transportasi d Pusdik Infanteri di Cipatat Bandung. Mereka akan mendalami beberapa program studi terutama di bidang keselamatan jalan. “Materi dan kurikulum pendidikan terus disempurnakan sesuai dinamika dan kebutuhan di lapangan. Dengan harapan, mereka bisa memberikan pelayanan serta meningkatkan keselamatan di jalan raya,” papar dia.

Keselamatan transportasi di jalan raya perlu terus ditingkatkan. Data Polri menyebutkan, jumlah kurban kecelakaan di jakan masih tinggi, sekitar 31.000 orang meninggal setiap tahun. “Jumlah itu harus ditekan. Caranya dengan melakukan pencerahan serta membudayakan keselamatan transportasi ke masyarakat. Yang pasti juga dengan menambahkan jumlah SDM yang konsens di bidang keselamatan tranprotasi tersebut,” tegas Yudi.(helmi)

loading...