Angkasa Pura 2

Guru dan Dosen harus Fokus Pada Mutu Peserta Didik

SDMSabtu, 4 Oktober 2014
yurlis dan taruna stpi

JAKARTA (beritatrans.com) – Dana pendidikan di Tanah Air memang sudah meningkat dibanding sebelumnya. Paling tidak alokasi dana pendidikan 20% APBN/ APBD harus dipenuhi. Guru dan dosen sekolah negeri dan sekolah swasta juga mendapatkan tunjangan dan sertifikasi.

“Kesejahteraan dosen dan guru jauh lebih baik. Konsekuensinya, mereka harus mampu mendidik dan membimbing peserta didiknya dengan lebih baik. Jangan bebani mereka dengan pungutan atau uang sekolah atau kuliah yang tidak prinsipil seperti diktat, foto copy dan lainnya,” kata pakar pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dr.Taufik Yudhi Mulyanto kepada beritatrans.cm Sabtu (4/10/2014).

Guru dan dosen terlebih di Jakarta harus fokus pada profesi yaitu mendidik siswa dan mahasiswa atau tarunanya dengan baik. “Jangan sampai ada kasus anak putus sekolah karena miskin. Mereka adalah warga negara yang dijamin UU untuk mendapatkan pendidikan,” papar Taufik.

Pakar pendidikan yang juga politisi PAN Ahsin Ma’ruf menambahkan, guru, dosen dan instruktur sekarang tak relevan lagi berfikir soal kesejahteraan. Sesuai ketentuan UU, kesejahteraan mereka sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya. “Kesejahteraan itu sangat relatif. Tapi, kondisi guru dan dosen sekarang jauh lebih baik,” aku Ahsin pada beritatrans.com.

“Yang perlu menjadi fokus ke depan, meningkatkan kualitas pendidikan sehingga out put atau lulusan sekolah bisa bersaing atau diterima dunia kerja dengan prestasi bagus. Mutu out put lembaga pendidikan itu sangat tergantung proses pendidikan di sekolahnya. Di sini guru dan dosen berperan sangat besar,” papar Ahsin yang juga aktivis Muhammadiyah itu.

Oleh karena itu, tambah Ahsin, setiap guru dan dosen harus mampu mengoptimalkan fasilitas dan infrastruktur kependidikan yang ada sekarang untuk perbaikan proses belajar mengajar. Dengan begitu akan mampu menghasilkan lulusan yang terbaik dan sesuai dengan dinamika dan kebutuhan di lapangan. “Konsep link and match harus ditingkatkan,” tegas dia.(helmi)

loading...