Angkasa Pura 2

AP I: Pengembangan Bandara Banjarmasin Tunggu Koordinasi dengan TNI AU

BandaraSenin, 6 Oktober 2014
Tommy Sutomo AP I

JAKARTA (beritatrans.com) – Proses pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Kalimantan Selatan masih terkendal pembebasan lahan. Masalah ini tengah dibahas dan diselesaikan di tingkat pimpinan. Bandara Syamsudin Noor mendesak dikembangkan sejalan dengan meningkatnya arus penumpang dan barang di daerah Kalsel dan sekitarnya.

“Masih ada masalah dengan TNI AU terkait pembebasan lahan untuk pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Kami maunya secepatnya dilakukan pengembangan itu,” ujar Dirut PT Angkasa Pura (AP) I Tommy Sutomo menjawab beritatrans.com di Jakarta, Senin (6/10/2014).

Menuruntnya, masalah tersebut kini tengah diupayakan untuk koordinasi dan negosiasi dengan pihak TNI AU. Kita optimis bisa segera diselesaikan, mengingat kedua belah pihak sama-sama institusi negara. “Kita akan menyelesaikan masalah tersebut dengan Pimpinan TNI, khususnya TNI AU,” kata Tommy lagi.

Sebelumnya, manajemn AP I berencana memulai ground breaking pengembangan Bandara Syamsudin Noor tahap pertama 25 September 2014 dengan dana sekitar Rp900 miliar. Pengembangan bandara di Banjarbaru, Kalimantan Selatan itu diperkirakan memerlukan waktu 1,5 tahun.

“Kami akan memulai ground breaking bandara di Banjarbaru tahap pertama dengan anggaran Rp900 miliar, tapi itu terbatas yang kita butuhkan saat ini, dana mungkin masih bisa bertambah. Kami akan bangun sendiri dengan dana dari internal perusahaan,” kata Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura I Farid Indra Nugraha di Jakarta.

Pengembangan bandara di Kabupaten Banjarbaru ini terdiri atas dua tahap, yakni pertama pembuatan gedung baru di samping gedung eksisting Bandara Syamsudin Noor. Dan, tahap kedua, gedung bandara eksisting akan dibongkar (demolished) untuk kemudian dilebur dengan bangunan bandara baru.

Dengan pembangunan tahap kedua, terminal penumpang akan bertambah luas dari 9.043 meter persegi (m2) menjadi 90.000 m2 dan untuk apron dari 80.412 m2 menjadi 125.412 m2 yang nantinya dapat menampung 20 pesawat. Selain itu, pembangunan tahap kedua rencananya juga meliputi perpanjangan runway 3.000 meter dan taxiway parallel.

Saat ini, aku Farid, akses jalan menuju bandara dan tanah untuk pembangunan gedung baru ini sudah disiapkan oleh pemerintah provinsi setempat Farid mengungkapkan Bandara Syamsudin Noor tersebut akan dikembangkan hingga menjadi sekelas Bandara Mutiara (Palu, Sulawesi Tengah). Pengembangan bandara yang menjadi pintu masuk Provinsi Kalimantan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas bandara.

Jumlah penumpang bandara tersebut sering membludak pada musim liburan atau mudik. Pada 2012, Syamsudin Noor mampu menampung 800 ribu penumpang per tahun dan meningkat hingga sebesar 3,6 juta penumpang per tahun pada 2014. “Setelah dibangun gedung baru, kapasitas bertambah sebesar 5 juta penumpang, sehingga kapasitas total mencapai 9 juta penumpang per tahun,” tegas Farid.(helmi)